Mengenal Kintsugi, Seni Reparasi Tradisional Jepang Nan Filosofis

Mengenal Kintsugi, Seni Reparasi Tradisional Jepang Nan Filosofis

Kintsugi, seni reparasi Jepang nan filosofis.--freepik.com/@ededchechine

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kintsugi tidak hanya digunakan pada perbaikan keramik atau tembikar, tapi juga menjadi bentuk pengekspresian seni lewat berbagai media.

Apabila seseorang mempunyai koleksi barang tembikar bersifat pecah belah, pasti pernah khawatir mengenai langkah apa yang perlu dilakukan apabila barang tersebut rusak. Semua dilakukan agar kemungkinan terburuk itu tidak terjadi.

Lalu, apa yang dapat dilakukan jika koleksi keramik, patung, ataupun piring kesayangan hancur menjadi kepingan tidak berbentuk?

Meski ide yang pertama kali muncul adalah menyerah dan membuang barang, tetapi ada sebuah seni memperbaiki dari Jepang yang dapat dicoba.

Mengenal Kintsugi, seni reparasi tradisional Jepang yang memperbaiki keramik rusak atau pecah menggunakan pernis bertabur logam berharga, yang merefleksikan bahwa ketidaksempurnaan tidak perlu disembunyikan, bahkan perlu dibanggakan.

BACA JUGA:Wow! Kaset Tape Jadul Terjual hingga 3 Juta Kembali ke Nostalgia Koleksi Kaset Tape Jadul untuk Pecinta Musik

BACA JUGA:Festival Jajanan Bingen Lorong Roda, Membawa Kembali Kenangan Zaman Dahulu di Palembang

Secara kebahasaan, Kintsugi (金継ぎ) yang memiliki arti kin sebagai emas, dan tsugi menyambungkan. Sehingga apabila secara literal Kintsugi berarti menyambungkan dengan emas. Kintsugi juga mempunyai nama lain yakni Kintsukuroi (金繕い) yang dapat diartikan menjadi perbaikan emas.

Praktik kegiatan Kintsugi dikatakan sudah muncul sejak abad 15. Adapun lem dalam proses Kintsugi, memakai lem alami pernis urushi dari getah pohon Rhus Verniciflua.

Proses perbaikan lewat seni Kintsugi dimulai dengan pengumpulan pecahan-pecahan keramik atau tembikar yang rusak. Kemudian disusun kembali memakai pernis tesebut secara perlahan, mendetil dan penuh kehati-hatian.

Lalu, apabila pecahan keramik tidak lengkap dan masih menyisakan ruang kosong, biasanya akan diisi mengunakan potongan lain meskipun bukan bagian dari satu barang yang sama.

BACA JUGA:Bolehkan Daging Kurban Dijual? Begini Hukumnya Dalam Islam

BACA JUGA:Dalam Ajaran Islam, Bolehkah Panitia Idul Adha Mendapatkan Jatah Daging Kurban?

Ketika barang sudah terpasang rapi dan aman, seniman praktik Kintsugi kemudian akan mengoles lapisan pernis pada permukaan barang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber