Anthropic Memperingatkan Peretas Gunakan Claude AI Untuk Penipuan

Peningkatan adopsi AI ternyata juga dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab --Freepik.com
Namun yang jelas, kasus ini menyoroti sisi gelap dari ledakan AI.
Alat seperti Claude, yang dirancang agar coding bisa diakses hanya dengan prompt bahasa alami, bisa dibajak untuk tujuan sangat berbeda jika jatuh ke tangan pihak yang berniat jahat.
Anthropic perketat keamanan
BACA JUGA:Kejari PALI, Disdik, dan PALTV Gelar Kompetisi Vlog Anti Korupsi untuk Pelajar
BACA JUGA:Termakan Usia, Bangunan SDN 31 Palembang Mulai Mengalami Kerusakan
Kepala Intelijen Ancaman Anthropic, Jacob Klein, menjelaskan bahwa aktivitas tersebut tampaknya dilakukan oleh seorang peretas tunggal dari luar wilayah Amerika Serikat dengan durasi sekitar tiga bulan.
“Kami memiliki sistem pengamanan berlapis yang kuat untuk mendeteksi penyalahgunaan seperti ini, tetapi aktor jahat terkadang berusaha menghindarinya dengan teknik canggih,” katanya.
Sementara itu, Anthropic menyatakan akan menggandakan upaya pengamanan. Akun yang terlibat sudah diblokir, filter diperkuat, dan laporan ancaman akan terus diterbitkan.
Apakah itu cukup untuk mencegah peretas berikutnya masih menjadi pertanyaan.
Pakar keamanan siber menyebut hal ini tidak mengejutkan Pelaku kejahatan kini menggunakan AI untuk menyempurnakan modus penipuan.
BACA JUGA:Dua Bandar Beserta Barang Bukti 20 Paket Sabu Diamankan Polisi
BACA JUGA:Polisi Tangkap Pelaku Pengancaman Dokter di RSUD Sekayu
Mempercepat proses coding, dan membuat email phishing tampak lebih profesional Yang dulu berupa email scam berantakan penuh typo, kini berubah jadi pesan yang terlihat meyakinkan berkat AI..
Semakin maju model AI, semakin besar pula peluang penyalahgunaannya.Anthropic menegaskan pihaknya sangat serius menghadapi masalah ini.
Sistemnya rutin diuji, diulas pihak eksternal, dan dijalankan dengan “praktik keamanan yang ketat”. Tujuannya: selalu selangkah lebih maju dari peretas yang mencoba membelokkan penggunaan AI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: india today