Gempa Bumi Melanda dan Mengguncang Area Pegunungan China-Kyrgyzstan

Gempa Bumi Melanda dan Mengguncang Area Pegunungan China-Kyrgyzstan

Gempa Bumi Melanda dan Mengguncang Area Pegunungan China-Kyrgyzstan --Gambar : Tangkaplayar@youtube_METRO TV

Kantor berita negara Xinhua melaporkan bahwa gempa terjadi sekitar pukul 2 waktu setempat di wilayah Wuxi, juga dikenal sebagai wilayah Uturpan di Kabupaten Aksu, sekitar wilayah Kyrgyzstan.Guncangan kuat merusak dua bangunan dan dua saluran listrik utama di dekat tempat pembuangan sampah, namun pemulihan terjadi dengan cepat.

Otoritas kereta api Xinjiang menutup jalur di daerah yang terkena dampak dan menghentikan pengoperasian 27 kereta.Menurut CCTV penyiar negara, tiga orang dibawa ke rumah sakit di sebuah desa kecil 26 kilometer dari pusat gempa dan seorang anak diselamatkan dari reruntuhan rumah rumah tersebut.

BACA JUGA:Terbesar dalam Sejarah, Gempa Dahsyat Melanda Afghanistan Barat Tewaskan Ribuan Orang

 

Sekitar 200 penyelamat telah dikirim ke daerah gempa dan ratusan lainnya mengungsi.

Pada pukul 11:00 waktu setempat pada hari Selasa (23 Januari 2024), lebih dari 50 gempa susulan berkekuatan 3 atau lebih skala Richter dilaporkan, menurut kantor pemerintah Pusat Jaringan Gempa Tiongkok.

CCTV melaporkan bahwa gempa terjadi di daerah terpencil, pegunungan dan jarang penduduknya pada ketinggian lebih dari 3.000 meter (9.842 kaki).

Terdapat lima desa yang berjarak 20 kilometer dari pusat gempa, yaitu 50 kilometer dari ibu kota Kabupaten Wuxi.

BACA JUGA:Gempa Bumi Guncang Sukabumi dengan Kekuatan 5,4 Magnitudo


Gempa juga dirasakan di Uzbekistan --Foto : Tangkaplayar@youtube/METRO TV

Menurut Sensus Tiongkok 2020, Distrik Wuxi berpenduduk 205.000 jiwa.Getaran terasa di kota-kota yang jaraknya ratusan kilometer, termasuk oasis Jalur Sutra di Kashgar dan Khotan di selatan Xinjiang.

Video yang diposting oleh penduduk Xinjiang di media sosial Tiongkok menunjukkan lentera-lentera menggantung atau jatuh ke tanah dan ribuan orang berlindung di jalan-jalan dengan mengenakan jaket musim dingin dan selimut ketika suhu malam hari turun hingga 10 derajat Celsius (14 derajat Fahrenheit).

Getaran juga dirasakan di sepanjang perbatasan Kyrgyzstan, menurut Survei Geologi AS. Reuters melaporkan bahwa penduduk Almaty, kota terbesar di negara tetangga Kazakhstan, meninggalkan rumah mereka dan berkumpul di luar meskipun cuaca dingin, beberapa di antaranya mengenakan piyama dan sandal. 

Gempa juga dirasakan di Uzbekistan. Sebagian besar penduduk Xinjiang bagian selatan dan barat adalah orang Uighur. Warga Uighur, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, telah menjadi sasaran pemerintah Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari penahanan massal hingga penindasan agama dan budaya yang meluas.

BACA JUGA:Info Terkini Gempa Maroko: Korban Tewas Jadi 2.946 Orang, Prancis Tawarkan Bantuan Ditolak!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber