Mau Beli Mobil Listrik? Inilah 8 Rumor Mobil Listrik Beserta Fakta-Faktanya Yang Wajib Diketahui

Mau Beli Mobil Listrik? Inilah 8 Rumor Mobil Listrik Beserta Fakta-Faktanya Yang Wajib Diketahui--free pik.com
Mobil listrik adalah langkah positif dalam mengurangi jejak karbon di lingkungan. Pemilihan sumber energi yang ramah lingkungan akan semakin meningkatkan dampak positif mobil listrik terhadap lingkungan.
6. Mobil Listrik Lebih Boros?
BACA JUGA:Gawat! Baru 6 Bulan Dilakukan Pengerasan, Jalan Penghubung Desa Delta Upang-Tirta Kencana Rusak Lagi
Salah satu mitos tentang mobil listrik adalah biaya pengisian yang tinggi. Namun, kenyataannya, pengisian daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) memiliki biaya yang sangat terjangkau.
Biaya pengisian listrik berkisar antara Rp1.700 hingga Rp1.800 per 1.3 kWh, sedangkan bahan bakar konvensional berkisar antara Rp10.000 hingga Rp17.000 per liter, tergantung jenisnya. Pengisian di SPKLU memiliki biaya per kilowatt jam (kWh) antara Rp1.650 hingga Rp2.475.
Sebagai contoh, pengisian baterai Wuling Air Ev tipe Long Range (kapasitas 26,7 kWh) hanya membutuhkan biaya sekitar Rp62.000. Sementara itu, varian Standard Range (kapasitas 17,3 kWh) hanya memerlukan biaya sekitar Rp33.400.
7. Mobil Listrik Tidak Aman?
Mitos ini juga tidak benar. Mobil listrik dilengkapi dengan sistem keamanan yang setara dengan mobil konvensional.
Bahkan, mobil listrik seringkali memiliki fitur keselamatan tambahan, seperti regenerative braking pada Air ev yang membantu mengurangi risiko tabrakan. Fitur lainnya meliputi ABS, EBS, ESC, dan airbag di depan.
Air ev, sebagai contoh, memiliki fitur keselamatan lengkap seperti rem cakram pada keempat roda (untuk tipe tertinggi), ABS, EBD, ESC, dan Hill Hold Control. Keamanan menjadi prioritas dalam desain mobil listrik, memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengemudi dan penumpang.
8. Jaringan Listrik Tidak Cukup untuk Semua Mobil Listrik?
BACA JUGA:Harga CCTV RoboLife G1X2: Keamanan Terdepan dengan Akses Handphone dan Bonus Lampu BT Smart
Kekhawatiran terakhir adalah apakah jaringan energi listrik di Indonesia dan dunia dapat mencukupi kebutuhan listrik dari mobil listrik yang semakin banyak. Pemerintah di seluruh dunia memiliki komitmen untuk memperbaiki lingkungan, termasuk membangun infrastruktur yang memadai.
Konsep teknologi pintar, seperti sistem pengisian cerdas (smart-charging), dapat membantu mengurangi kebutuhan akan infrastruktur listrik baru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber