IHSG di Zona Hijau, Rupiah Melemah ke Rp 15.315 per Dolar AS

IHSG di Zona Hijau, Rupiah Melemah ke Rp 15.315 per Dolar AS.--instagram/@idx_channel
BACA JUGA:Jelang Pilkades Adik Bupati Muratara Tewas Dikeroyok, Warga Ngamuk Bakar Rumah Terduga Pelaku
2. Kondisi Ekonomi Global
Perubahan kondisi ekonomi global, seperti penurunan pertumbuhan ekonomi di pasar utama atau ketidakpastian politik global, dapat mempengaruhi kepercayaan investor terhadap mata uang Rupiah.
Investasi yang lebih aman di luar negeri mungkin lebih menarik dalam situasi-situasi tersebut.
3. Kebijakan Moneter
BACA JUGA:Menteri Keuangan Menetapkan Subsidi Bunga KUR Super Mikro Sebesar 15%, Per 1 September 2023
Kebijakan moneter yang diterapkan oleh Bank Indonesia (BI) juga dapat mempengaruhi nilai tukar Rupiah.
Misalnya, peningkatan suku bunga oleh BI untuk mengendalikan inflasi dapat membuat aset keuangan Rupiah lebih menarik bagi investor, yang mungkin menguatkan Rupiah.
4. Sentimen Pasar
Faktor-faktor psikologis dan sentimen pasar juga dapat berkontribusi pada pelemahan Rupiah. Berita buruk atau ketidakpastian politik di dalam negeri atau luar negeri, serta perubahan dalam persepsi investor terhadap ekonomi Indonesia, dapat memengaruhi nilai tukar.
BACA JUGA:Jatanras Polda Sumsel Backup Polres Muratara Tangkap Pelaku Pembunuhan Adik Bupati Muratara
5. Harga Komoditas
Indonesia adalah salah satu eksportir terbesar komoditas seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan minyak mentah.
Harga-harga komoditas ini dapat berdampak besar pada penerimaan ekspor negara dan, oleh karena itu, pada nilai tukar Rupiah.
6. Spekulasi Mata Uang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber