Pro Kontra Redenominasi Rupiah, Bisakah Wacana Ini Terlaksana?

Menyederhanakan atau mengurangi angka pada uang atau redenominasi masih menimbulkan pro dan kontra.-leni marlina-foto pribadi
Redenominasi dapat meningkatkan kemudahan dalam melakukan transaksi sehari-hari. Dengan denominasi yang lebih rendah, harga barang dan jasa akan menjadi angka yang lebih kecil dan lebih mudah dihitung. Hal ini dapat mengurangi kesulitan dalam pembayaran dan perhitungan uang tunai.
3. Meningkatkan Kepercayaan Publik
BACA JUGA:Satpol-PP Muba Turunkan Sejumlah Spanduk dan Reklame di Kawasan Tertib Lalu Lintas
BACA JUGA:Lukisan Kaligrafi Al-Quran 30 Juz Terbesar Ada di Palembang, Akan Jadi Destinasi Wisata Religi
Redenominasi Rupiah dapat memberikan sinyal positif kepada masyarakat dan investor mengenai stabilitas ekonomi dan moneter negara.
Hal ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Rupiah dan mempengaruhi persepsi terhadap daya beli dan kekuatan mata uang.
4. Mengurangi Inflasi Psikologis
Redenominasi dapat membantu mengurangi fenomena inflasi psikologis. Ketika denominasi uang yang lebih tinggi digunakan, orang cenderung merasa harga barang dan jasa lebih mahal.
BACA JUGA:Barang Bukti Kejahatan Senilai Rp200 Juta Lebih Dimusnahkan Kejari Muara Enim
BACA JUGA:Ambil Paket di Loket Jasa Pengiriman Barang, Seorang Pemuda Diciduk BNN Muara Enim
Dengan menggunakan denominasi yang lebih rendah, persepsi tentang harga dapat lebih realistis, mengurangi dampak psikologis inflasi.
Kerugian Redenominasi Rupiah
1. Biaya Implementasi
Redenominasi membutuhkan biaya yang signifikan untuk mengganti uang yang beredar, mencetak uang baru, memodifikasi sistem pembayaran, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Biaya ini bisa sangat besar terutama pada negara dengan populasi yang besar dan infrastruktur yang rumit.
BACA JUGA:Wadaw! Dari 1700 Kasus, Usia Produktif Dominasi Angka Perceraian di Palembang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber