Debat Publik Ke-2 Pilkada OKU Berlangsung Ricuh, Merasa Dicurangi Paslon 01 Walk Out

Debat Publik Ke-2 Pilkada OKU Berlangsung Ricuh, Merasa Dicurangi Paslon 01 Walk Out

Debat kedua Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) yang digelar pada Minggu malam (17/11) di Hotel Zuri Palembang terpaksa dibatalkan akibat keributan yang terjadi di antara para pendukung paslon.-Foto/Luthfi-PALTV

Round Table sedangkan untuk   30 orang masing-masing pendukung paslon tadi penempatannya di kursi teater,” paparnya.

Rahmad menjelaskan penyebab terjadinya kericuhan lantaran Paslon nomor urut 1  menilai adanya jumlah pendukung  yang tidak sesuai. 

“Secara teknis sebenarnya sudah sesuai dan berjalan dengan baik, lalu saya konfirmasi  ke EO juga saya cek kehadiran di barcode nama-nama yang hadir juga sudah sama dan sesuai, namun diluar

kehendak kami ada hal yang dianggap keliru mungkin dari  sisi tempat duduk di barisan sebelah kanan itu terlihat lebih ramai,”  ujarnya.

Lebih lanjut diterangkan Rahmad, untuk para tamu dan pendukung Paslon wajib masuk menggunakan ID Card yang telah disiapkan sebelumnya.

“Masuk pakai ID Card yang kami siapkan dan itu sudah ada barcode beserta Namanya, itu juga sudah dicek oleh tim EO kita dan itu juga sudah sesuai,” sebutnya.

Kondisi semakin memanas hingga paslon nomor urut 1 meninggalkan debat, sehingga KPU OKU menutup acara Debat tersebut.

“Karena yang paslon nomor urut 1 sudah meninggalkan debat ya mau gak mau kami ambil Keputusan kita selesaikan di segmen pertama saja lalu memberikan kesempatan kepada paslon nomor urut 2 untuk menyampaikan visi misi sudah itu kita tutup saja,” ujarnya.

Debat yang awalnya akan berlangsung empat segmen harus selesai dengan satu segmen, sehingga Rahmad mengatakan ini merupakan Debat Publik terakhari Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu (OKU).

“Awalnya ada empat segmen namun  berjalan satu segmen, untuk kedepan ini sudah cukup karena kami Cuma memfasilitasi debat ini Cuma dua kali jadi ini yang terakhir tidak ada lanjutan debat selanjutnya,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: