Rekomendasi Baterai Rechargeable Terbaik di Tahun 2024,

Rekomendasi Baterai Rechargeable Terbaik di Tahun 2024,

Rekomendasi Baterai Rechargeable Terbaik di Tahun 2024 --Foto : instagram/smartoools.indonesia

Baterai NiCd menggunakan nikel kadmium oksida sebagai bahan elektrolitnya. Baterai NiCd yang dapat diisi ulang mengandung kadmium, zat beracun, dan harus didaur ulang atau dibuang dengan benar. Tipe

BACA JUGA:Konsumsi Baterai Pada Smartphone Boros? Inilah 6 Cara Agar Daya Tahan Baterai Smartphone Lebih Lama!

 

2. NiMH: lebih ramah lingkungan dan bergaya

NiMH, baterai isi ulang tipe nikel metal hidrida merupakan peningkatan dari generasi sebelumnya, NiCd. Tidak heran baterai NiMH 30% lebih bertenaga dibandingkan baterai NiCd. Juga, jumlahnya lebih sedikit. Ini juga lebih ringan.

Tentu saja baterai NiCd juga memiliki keunggulan NiMH, namun tidak berhenti sampai disitu saja. Siklus hidup dan masa pakai jenis ini lebih lama dibandingkan jenis lithium-ion. Umumnya lebih murah dibandingkan litium. Inilah sebabnya mengapa tipe NiMH sangat diminati saat ini.

Baterai isi ulang NiMH dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung kadmium. Sayangnya, baterai jenis ini masih rentan terhadap efek memori. Oleh karena itu, baterai NiMH lebih mudah dirawat, namun tetap perlu diisi saat baterai sudah mati.

BACA JUGA:CCTV Xiaomi BW400 Pro: Inovasi Terbaru dengan Panel Surya dan Baterai 10.000mAh

 

3. Tipe Li-Ion: Teknologi terbaru, paling ringan, serta paling aman

Jenis yang terakhir adalah baterai lithium-ion atau rechargeable Li-Ion. Baterai jenis ini merupakan yang terbaru diantara jenis lainnya. Oleh karena itu, baterai Li-ion lebih hemat energi dibandingkan jenis NiMH atau NiCd. Bobot baterai rechargeable Li-Ion sekunder 30% lebih ringan dibandingkan kedua jenisnya.

Selain itu, baterai lithium-ion tidak memiliki kelemahan kapasitas memori. Hal ini memungkinkan baterai jenis ini dapat diisi ulang meskipun belum habis sepenuhnya. Namun, tidak seperti jenis NiCd dan NiMH, baterai lithium-ion stabil meski tidak digunakan.

Selain itu, tipe ini memiliki kekurangan berupa pertahanan yang lemah, terutama terhadap panas. Elektrolit yang digunakan pada baterai ini mudah terbakar dan dapat menyebabkan kebakaran kecil. Oleh karena itu, baterai ini biasanya dilindungi dengan arus dan tegangan yang konstan untuk memastikan suhu yang aman.

BACA JUGA:Betavolt Ciptakan Baterai Nuklir, Bisa Tahan Sampai 50 Tahun

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber