Menembus Batas! Kisah Mengejutkan di Balik 'Society of the Snow' di Netflix

Menembus Batas! Kisah Mengejutkan di Balik 'Society of the Snow' di Netflix

Menembus Batas! Kisah Mengejutkan di Balik 'Society of the Snow' di Netflix--Sumber foto: Instagram/@netflixmy

PALEMBANG, PALTV.CO.ID- "Society of the Snow" menciptakan sensasi di Netflix dengan mengangkat kisah heroik dan perjuangan hidup penumpang Penerbangan 571 Angkatan Udara Uruguay. 

Dibuat pada tahun 2023 di bawah arahan J.A Bayona, film ini menggambarkan perjalanan dramatis mereka selama 72 hari di pegunungan Andes setelah pesawat mengalami kecelakaan pada 13 Oktober 1972.

Adaptasi ini, bersumber dari buku karya jurnalis Pablo Vierci, mendapatkan apresiasi tinggi karena setia pada fakta sejarah.

Dengan hadirnya beberapa wajah baru dalam peran utama, film ini berhasil menyajikan pengalaman yang mendalam dengan rincian yang memukau.

BACA JUGA:Pimpin Apel Pagi, Irwasda Polda Sumsel Ingatkan Pengamanan Pemilu 2024

Respon positif dari penggemar dan kritikus tidak hanya ditujukan pada aspek cerita, tetapi juga pada keahlian tim makeup yang mampu menciptakan tampilan penuaan, memar, dan bekas gigitan beku.

Keautentikan cerita diperkuat oleh dedikasi Bayona yang melakukan kunjungan ke lokasi kecelakaan dan berinteraksi lebih dari 100 jam dengan 15 orang yang selamat.

Lebih dari sekadar hiburan, "Society of the Snow" mendorong penonton untuk merenung tentang kondisi ekstrem yang dihadapi oleh kelompok tersebut.

Penggambaran kelaparan, kematian, dan suhu dingin ekstrem juga dipertegas dengan penurunan berat badan para pemeran yang diawasi oleh tim medis.


Menembus Batas! Kisah Mengejutkan di Balik 'Society of the Snow' di Netflix--Sumber foto: Instagram/@netflixmy

Permasalahan sensitif seputar makanan, termasuk kesepakatan kelompok untuk mengorbankan bagian tubuh saat kematian, disajikan secara hati-hati oleh Bayona.

Pilihan sutradara untuk lebih mengeksplorasi aspek mental daripada menampilkan gambaran grafis langsung berhasil diterima baik oleh penonton.

Dalam diskusi tentang film ini, Bayona menekankan fokusnya pada kondisi mental para pria selama peristiwa tersebut.

Meskipun topik makanan dan pengorbanan tubuh menjadi sulit, film ini berhasil menggali aspek kemanusiaan dengan penuh keberanian dan kehati-hatian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber