Diet Mediterania dan Kolesterol, Mitos atau Kenyataan?

Diet Mediterania dan Kolesterol, Mitos atau Kenyataan?

Pola Makan Diet Mediterania dan Kolesterol--Foto : Freepik.com

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kolesterol tinggi telah menjadi penyebab utama penyakit jantung yang menyebabkan jutaan kematian setiap tahunnya.

Salah satu solusi yang sering diusulkan untuk menurunkan kolesterol 'jahat' (LDL) adalah dengan mengadopsi pola makan Mediterania.

Pola makan ini menekankan konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, lemak sehat, dan protein dari ikan.

Meskipun penelitian sebelumnya menyatakan manfaat signifikan, penelitian terbaru dari Universitas Lausanne menunjukkan hasil yang kontroversial.

BACA JUGA:‘Kalau Jodoh Nggak ke Mana’, Benarkah Demikian? Ternyata Begini Menurut Islam Tentang Jodoh

Sebelumnya, diet Mediterania dianggap efektif menurunkan kadar kolesterol LDL, terutama dengan tambahan minyak zaitun murni.

Namun, penelitian terbaru dengan melibatkan lebih dari 4.000 peserta di Lausanne, Swiss, mengungkapkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap diet ini tidak berpengaruh besar pada profil lipid, termasuk kolesterol dan trigliserida.

Para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana pola makan jangka panjang memengaruhi populasi secara keseluruhan.

Mereka juga menyoroti kerumitan faktor-faktor seperti genetika, tingkat aktivitas fisik, dan variabel lain yang dapat memengaruhi kesehatan lipid.

BACA JUGA:Awas Osteoporosis Dini ! Hati – Hati Dengan 4 Gejala Ini.

Monique Richard, ahli gizi terdaftar, menyatakan bahwa hasil penelitian ini tidak mengejutkan, mengingat perbedaan individu dan faktor-faktor yang memengaruhi kolesterol.

Dr. Yu-Ming Ni dari MemorialCare Heart and Vascular Institute menegaskan bahwa tidak ada pendekatan "satu ukuran untuk semua" dalam pola makan.

Meskipun ia merekomendasikan diet Mediterania, ia mengingatkan bahwa menurunkan kolesterol melibatkan perubahan gaya hidup menyeluruh.

Dr. Ni menekankan bahwa menurunkan kolesterol memerlukan lebih dari sekadar mengubah pola makan. Gaya hidup yang sehat, termasuk aktivitas fisik teratur, juga memainkan peran penting.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber