Boikot Produk Pro-Israel, Kesempatan Emas bagi Produk Lokal dan Ini Respon Kemenkop UKM

Boikot Produk Pro-Israel, Kesempatan Emas bagi Produk Lokal dan Ini Respon Kemenkop UKM

MOES (DRAFT) BOIKOT PRODUK ISRAEL PELUANG PRODUK LOKAL--freepik.com

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa mendukung agresi Israel terhadap Palestina, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti pembelian produk Israel atau pendukungnya, dianggap sebagai haram.

Fatwa ini merupakan respons terhadap kampanye boikot terhadap produk atau merek yang diduga mendukung Israel.

Walaupun fatwa tersebut tidak secara spesifik menyebutkan produk atau merek tertentu, kampanye boikot terhadap produk yang diduga mendukung Israel telah menjadi perbincangan di media sosial dan mendapat perhatian masyarakat.

Pemerintah melihat kampanye boikot ini sebagai peluang bagi produk dalam negeri untuk mengambil bagian dalam pasar global.

BACA JUGA:Jangan Disepelekan! Muslim Wajib Tahu, Ini 4 Hal yang Bisa Menghambat Datangnya Rezeki

Dalam situasi di mana banyak produk atau merek yang diduga mendukung Israel mulai dihindari, produk lokal di Indonesia memiliki peluang emas untuk menjadi alternatif yang lebih baik.

Hal ini dapat menjadi momentum bagi perusahaan lokal untuk tumbuh, berkembang, dan mendapatkan tempat di hati konsumen.

Di Indonesia, terdapat berbagai restoran makanan cepat saji lokal yang menyajikan menu utama berbasis ayam goreng.

Merek-merek seperti Hisana Fried Chicken (HFC), Sabana Fried Chicken, D'Kriuk, Jatinangor House, Richeese Factory, dan lainnya dapat menjadi pilihan alternatif bagi McDonald's dan KFC yang dicurigai mendukung Israel.

BACA JUGA:Harga Emas Global Melorot, Investor Menanti Isyarat dari The Fed

Kedua waralaba tersebut diketahui memiliki beberapa gerai di Israel, bahkan McDonald's secara terang-terangan memberikan bantuan makanan gratis kepada prajurit militer Israel.

Selain restoran ayam goreng, restoran burger lokal juga dapat menjadi opsi bagi Burger King yang dicurigai mendukung Israel.

Di Indonesia, ada sejumlah brand burger lokal, seperti Burger Bangor, Blenger Burger, Don's Burger, Mister Burger, dan Flip Burger..Produk-produk ini dapat menjadi alternatif yang tak kalah lezat.

Starbucks menjadi sorotan karena dianggap mendukung Israel setelah dilaporkan menggugat serikat pekerja Starbucks Workers United atas dukungan terhadap Palestina di media sosial.

BACA JUGA:Impor Beras 500.000 Ton Dibatalkan oleh Bulog, Alasan Terungkap

Sebagai gantinya, gerai Starbucks yang tersebar luas di Indonesia dapat digantikan dengan produk kopi lokal seperti Kopi Kenangan, Janji Jiwa, Filosofi Kopi, Kopi Lain Hati, Kopi Tuku, dan Anomali Coffee.

PUMA, perusahaan yang memproduksi sepatu dan perlengkapan olahraga, lama telah diboikot karena menjadi sponsor Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).

Masyarakat dapat mencari merek lokal yang menyediakan produk sepatu dan perlengkapan olahraga sebagai alternatif, seperti Aum Apparel, Better Tomorrow, Leela activewear, dan Svnday Active.

Unilever, perusahaan yang diboikot di beberapa negara karena diduga mendukung Israel, dapat digantikan dengan merek lokal seperti Wings Group di Indonesia, yang menyediakan berbagai produk kebutuhan sehari-hari

BACA JUGA:Indonesia Diprediksi Sulit Jadi Negara Maju 2045! Angka Kemiskinan Masih Ekstrim

Kampanye boikot terhadap produk yang diduga mendukung Israel memberikan kesempatan besar bagi produk lokal di Indonesia.

Selain mendukung gerakan konsumen untuk menyatakan ketidaksetujuan terhadap tindakan Israel, ini juga dapat menjadi dorongan untuk mendukung produk lokal yang berkualitas dan mendukung perekonomian dalam negeri.

Dalam konteks masyarakat yang semakin peduli terhadap isu-isu global dan hak asasi manusia, produk lokal memiliki peluang besar untuk menarik perhatian konsumen.

Dengan memilih produk lokal sebagai alternatif untuk produk yang diduga mendukung Israel, masyarakat Indonesia dapat memberikan dukungan kepada produsen dalam negeri dan berperan dalam mendorong perubahan positif pada isu-isu global.

BACA JUGA:Mulai Januari 2024! Pedagang Online yang Tak Terdaftar di BPS Akan Kena Sanksi

Kesempatan emas ini dapat menjadi langkah awal yang baik bagi produk lokal untuk bersaing di pasar global dan meraih pengakuan yang lebih luas.

Fiki Satari, Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kreatif Kemenkop UKM, mengamini bahwa aksi boikot yang dilakukan sejumlah negara, termasuk Indonesia, menjadi momentum untuk mengarahkan konsumsi masyarakat ke produk lokal.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan penggunaan produk dalam negeri sesuai arahan Presiden Jokowi untuk mendukung produk lokal dan melakukan substitusi impor. Fiki menegaskan bahwa peralihan ke produk dalam negeri tidak dapat terjadi dengan cepat.

UMKM perlu meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, dan pelayanan agar dapat bersaing. Pemerintah saat ini fokus meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi UMKM, bekerja sama dengan sektor swasta untuk memperbaiki UMKM dari hulu ke hilir.

BACA JUGA:8 Komoditas Ini Jadi Faktor Utama Inflasi Sumsel di Penghujung Tahun

Tujuannya adalah agar UMKM dapat bersaing dengan produk asing, baik dalam situasi saat ini maupun di masa depan.

Pemerintah juga terus mendorong jenama lokal agar memiliki nilai merek yang kuat melalui kampanye berkelanjutan "Bangga Buatan Indonesia".

Saat ini, 40 persen belanja pemerintah dan pengadaan BUMN di bawah Rp400 juta melalui platform PaDI UMKM diwajibkan untuk menggunakan produk UMKM.

Fiki menyimpulkan bahwa jika optimal, nilai pengadaan ini bisa mencapai Rp2.000 triliun. Pemerintah juga telah mengeluarkan regulasi yang mendukung UMKM, seperti dalam Permendag 31/2023 yang berpihak pada UMKM dalam perdagangan melalui sistem elektronik.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber