Mazda CX-30: Mobil Impian Tapi Kenapa Tidak Laku
Mazda CX-30, SUV kompak yang digadang-gadang sebagai “mobil impian” saat diluncurkan pada Januari 2020.--youtube@otodriver
BACA JUGA:Kewaspadaan Dini Cegah Premanisme, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat Gelar Sosialisasi
Namun, penyebab terbesar rendahnya penjualan CX-30 justru datang dari “dalam rumah” Mazda sendiri.
Mobil ini dianggap mengalami kanibalisasi produk oleh saudaranya, Mazda CX-5. Dengan harga yang tidak terpaut jauh — CX-5 dibanderol mulai Rp670 juta — banyak konsumen lebih memilih CX-5 yang menawarkan dimensi lebih besar, suspensi belakang multi-link.
Serta reputasi yang lebih kuat di pasar. Perbedaan harga sekitar Rp80 juta dianggap sepadan dengan peningkatan kenyamanan dan nilai jual kembali yang lebih stabil.
Padahal, dari sisi konsep, CX-30 sebenarnya ditujukan untuk segmen SUV compact, sedangkan CX-5 bermain di kelas SUV medium.
Sayangnya, desain yang mirip dan selisih harga yang terlalu tipis membuat calon pembeli CX-30 justru beralih ke CX-5. Akibatnya, mobil ini seolah kehilangan identitas dan terjebak di antara dua segmen pasar.
BACA JUGA:Koat Coffee Diduga Tak Berizin, DPRD Kota Palembang Ancam Penyegelan
BACA JUGA:PPA Polres Ogan Ilir Tindaklanjuti Laporan Marbot Cabul
Kendati begitu, menyebut Mazda CX-30 sebagai mobil gagal mungkin terlalu berlebihan. Secara kualitas, CX-30 tetap menawarkan pengalaman berkendara khas Mazda yang halus, mewah, dan berkelas.
Mobil ini ideal bagi mereka yang menginginkan SUV kompak dengan cita rasa Eropa namun tetap mengandalkan teknologi Jepang.
Sayangnya, di tengah pasar otomotif yang sangat kompetitif dan sensitif terhadap harga, Mazda CX-30 harus rela berada di bayang-bayang saudaranya sendiri.
Seperti pepatah lama, “yang kuat bukan selalu yang terbaik, tapi yang paling bisa menyesuaikan diri dengan pasar.” Dalam hal ini, CX-30 memang kalah adaptif terhadap karakter konsumen Indonesia.
Namun bagi para pecinta otomotif sejati, Mazda CX-30 tetap layak disebut sebagai permata tersembunyi — mobil yang bukan hanya soal fungsi, tetapi juga tentang rasa, desain, dan karakter.
Sebuah mobil impian yang mungkin belum banyak dimengerti, tapi suatu hari nanti bisa saja menjadi legenda di kalangan penggemar sejati Mazda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

