Ritual Mayat Berjalan: Mengungkap Keunikan Tradisi Ma' Nene Suku Toraja

Ritual Mayat Berjalan: Mengungkap Keunikan Tradisi Ma' Nene Suku Toraja

Ritual Mayat Berjalan: Mengungkap Keunikan Tradisi Ma' Nene Suku Toraja--instagram.com/- rifqyredha

 4. Proses Ma' Nene

BACA JUGA:Mobil Sedan Timor Terbakar di Jalan Kemala Kota Prabumulih, Pengendara Panik Dengar Letusan

Proses Ma' Nene melibatkan pengangkatan jenazah dari makamnya, membersihkannya, dan mengganti pakaian yang dikenakan oleh jenazah.

Proses ini biasanya dilakukan oleh keluarga dekat dan dihadiri oleh banyak orang. Jenazah yang telah diberikan perawatan ini kemudian ditempatkan kembali dalam peti mati dan kembali dimakamkan.

 5. Jadwal Pelaksanaan

Tradisi Ma' Nene biasanya dilakukan dalam beberapa tahun sekali dan biasanya setelah musim panen.

BACA JUGA:Mencari Ikan di Malam Hari Niat Bantu Hajatan, Junardi Hilang di Sungai Enim

Keluarga akan menentukan waktu yang tepat untuk melaksanakan Ma' Nene, dan seringkali acara ini menjadi ajang reuni keluarga besar. Selain itu, Ma' Nene juga dapat dilakukan sebagai bagian dari acara pemakaman yang lebih besar.

 6. Pentingnya Pakaian

Pakaian yang dikenakan oleh jenazah dalam tradisi Ma' Nene memiliki makna penting. Pakaian yang baru dan bersih melambangkan kesucian dan pemurnian.

Jenazah biasanya dipakaikan pakaian tradisional yang indah dan dihiasi dengan berbagai hiasan.

 BACA JUGA:Tersangka Dugaan Korupsi KONI Sumsel Hendri Zainuddin Penuhi Panggilan dan Pemeriksaan oleh Kejati Sumsel

7. Kepercayaan Dari Langit Dan Bumi

Tradisi Ma' Nene erat kaitannya dengan konsep hidup masyarakat Toraja bahwa para leluhurnya yang suci berasal dari langit dan bumi.

Sehingga tak semestinya orang yang meninggal dunia, jasadnya dikuburkan dalam tanah. Bagi mereka hal itu akan merusak kesucian bumi yang berakibat pada kesuburan bumi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber