Kepedulian Indonesia Akan Ancaman Senjata Nuklir: Memahami Risiko dan Perlunya Perlucutan Senjata

Kepedulian Indonesia Akan  Ancaman  Senjata Nuklir: Memahami Risiko dan Perlunya Perlucutan Senjata

Menlu RI: Senjata Nuklir adalah Ancaman Nyata Bagi Umat Manusia--Dokumentasi Foto : https://kemlu.go.id/portal/id

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Senjata nuklir telah lama menjadi topik kontroversial dan mengkhawatirkan di panggung internasional.

Hal ini mengingatkan kembali Pernyataan tegas dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, pada Pertemuan Tingkat Tinggi untuk Memperingati dan Mempromosikan Hari Internasional untuk Perlucutan Senjata Nuklir di New York, pada tanggal 26 September 2022 lalu.

Dimana pernyataan ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam akan dampak buruk yang dapat dihasilkan oleh senjata-senjata tersebut.

Dengan lebih dari 13 ribu senjata nuklir tersebar di berbagai belahan dunia dan upaya modernisasi persenjataan nuklir yang terus berlanjut, penting bagi kita untuk mengkaji dengan serius potensi bahaya yang dihadapi oleh umat manusia.

BACA JUGA:Pimpin Sertijab Kasat Lantas, AKBP Dwi Agung Setyono: Pergantian Jabatan Ditubuh Polri Merupakan Hal Wajar

Tingginya Jumlah Senjata Nuklir: Meningkatnya Risiko Global

Pernyataan Menlu Retno Marsudi mengenai lebih dari 13 ribu senjata nuklir yang ada di dunia mengindikasikan adanya potensi ancaman nyata. Kekhawatiran terhadap penggunaan senjata-senjata ini tidaklah berlebihan.

Satu ledakan nuklir saja memiliki daya hancur yang mampu mengubah tatanan global dan lingkungan hidup secara drastis.

Selain dampak fisik yang merusak, dampak jangka panjang seperti radiasi dan polusi lingkungan dapat mengganggu ekosistem dan kesehatan manusia.

BACA JUGA:Gelar Aksi Massa, Massa Minta Kejati Sumsel Usut Tuntas Kasus Korupsi di Sumsel

BACA JUGA:Walikota Palembang Akan Terbitkan Perwali Larangan Musik Remix

Modernisasi Persenjataan Nuklir: Meningkatnya Ketidakpastian

Modernisasi persenjataan nuklir oleh negara-negara yang memiliki senjata nuklir menunjukkan bahwa ancaman ini masih relevan dan dianggap sebagai alat kekuatan dalam konteks politik dan militer.

Modernisasi ini dapat melibatkan peningkatan daya ledak, pengembangan sistem pengiriman yang lebih canggih, dan peningkatan kemampuan operasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber