Unik dan Bikin Bulu Kuduk Bergidik, Mengenal Ritual Pengantaran Jenazah Suku Asmat Papua yang Khas

Unik dan Bikin Bulu Kuduk Bergidik, Mengenal Ritual Pengantaran Jenazah Suku Asmat Papua yang Khas

Mengenal Ritual Pengantaran Jenazah Suku Asmat Papua--Source Gambar: ig.papuazone.if.jpg

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Suku Asmat adalah suku pribumi yang tinggal di wilayah pedalaman Papua, Indonesia.

Mereka memiliki tradisi dan budaya yang kaya, termasuk dalam hal penguburan dan ritual pengantaran jenazah. Berikut adalah cerita mengenai ritual pengantaran jenazah suku Asmat.

Setelah seseorang dari suku Asmat meninggal dunia, proses pengantaran jenazah dimulai. Pertama, keluarga dan kerabat dekat mempersiapkan mayat untuk prosesi.

Mayat dibersihkan dan diberi penghormatan dengan menggunakan bahan-bahan tradisional seperti daun-daunan dan tanah liat yang dicampur dengan minyak kelapa.

BACA JUGA:Dir Polairud Polda Sumsel Sumbang Baju Beladiri Karate kepada Pelajar SD Agar Semangat Latihan

BACA JUGA:Tersangka Lina Mukherjee Membenarkan Jalani Tes Kejiwaan, Eh Kuasa Hukum Malah Membantah!

Kemudian, jenazah ditempatkan dalam sebuah rakit kayu yang dikenal sebagai "lako". Lako ini merupakan bagian penting dari upacara pengantaran jenazah suku Asmat.

Lako diukir dengan indah dan dihias dengan patung-patung kayu yang melambangkan roh nenek moyang suku Asmat.

Patung-patung ini dikenal sebagai "bis" dan diyakini memiliki kekuatan spiritual yang dapat melindungi dan memandu arwah jenazah ke alam baka.

Setelah jenazah ditempatkan dalam lako, prosesi pengantaran dimulai. Anggota suku Asmat, termasuk kerabat dekat dan tetangga, membawa lako dengan berjalan kaki melalui hutan menuju tempat pemakaman.

BACA JUGA:Pasar Tradisional Kayuagung Akan 'Disulap' Jadi Pasar Modern

BACA JUGA:Malam Syukuran HUT APEKSI ke-23 di Kota Palembang Berlangsung Meriah

Selama perjalanan, mereka menyanyikan lagu-lagu khusus yang dikenal sebagai "yam" yang menceritakan kehidupan dan prestasi jenazah. Lagu-lagu ini memainkan peran penting dalam mengenang dan menghormati orang yang meninggal.

Setibanya di tempat pemakaman, lako diletakkan di sebuah liang kubur yang telah digali sebelumnya. Jenazah ditempatkan di dalam liang kubur dengan hati-hati, sementara patung-patung bis ditempatkan di sekitarnya. Anggota suku Asmat kemudian melanjutkan dengan tarian dan nyanyian sebagai penghormatan terakhir kepada jenazah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber