Israel Kerahkan Ribuan Personil Kepolisian Guna Mengamankan Jumat Pertama Ramadhan

Israel Kerahkan Ribuan Personil Kepolisian Guna Mengamankan Jumat Pertama Ramadhan

Israel Kerahkan Ribuan Personil Kepolisian Guna Mengamankan Jumat Pertama Ramadhan--ig.com/@masjid_al_aqsa

PALEMBANG, PALTV.CO.ID,- Dalam persiapan untuk salat Jumat perdana bulan Ramadan, kepolisian Israel akan mengerahkan ribuan petugas di sekitar Masjid Al Aqsa.

Langkah ini diambil dalam konteks situasi yang tegang selama perang di Gaza. Menurut juru bicara polisi, Mirit ben Mayor, rencana pengerahan ribuan polisi ini bertujuan untuk menjaga keamanan di kawasan Temple Mount, yang merupakan nama Yahudi untuk Masjid Al Aqsa.

Sejak awal bulan Ramadan, Israel telah mengerahkan ratusan petugas polisi di Kota Tua Yerusalem timur.

Ben Mayor menyatakan bahwa sekitar 25.000 jamaah telah mengunjungi masjid tersebut untuk salat selama bulan Ramadan tanpa insiden yang signifikan.

BACA JUGA: Tersangka Oknum Notaris Jogjakarta Diperiksa Kembali Oleh Penyidik Kejati

Meskipun demikian, pemerintah Israel tetap dalam keadaan siaga tinggi, mengingat upaya dari pihak-pihak ekstremis dan organisasi teroris untuk memanfaatkan situasi tersebut.

Tal Heinrich, juru bicara pemerintah, menekankan perlunya kewaspadaan menghadapi potensi ancaman dari kelompok-kelompok ekstremis.

Sebelumnya, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengumumkan bahwa jumlah jamaah Muslim yang diizinkan memasuki Masjid Al Aqsa selama minggu pertama Ramadan akan sama seperti tahun sebelumnya.

Namun, keputusan terkait keamanan akan dievaluasi secara berkala, dan langkah-langkah akan diambil sesuai dengan situasi yang berkembang.

BACA JUGA:Keren Pake Banget, BYD Kini Hadirkan Scooter Electric - BYD Scorpio X1

Adapun warga Palestina yang berencana untuk mengunjungi Masjid Al Aqsa dari Tepi Barat akan menghadapi sejumlah pembatasan.

Menurut Ofir Gendelman, juru bicara pemerintahan Israel, hanya pria yang  berusia di atas 55 tahun serta wanita berusia di atas 50 tahun yang diperbolehkan  memasuki area masjid al aqsa dengan alasan keamanan.

Pembatasan ini diambil sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan.

Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel yang berhaluan sayap kanan, bahkan menyuarakan pandangan untuk memberlakukan pembatasan yang lebih ketat terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber