Menikmati Keelokan Desa Adat Wae Rebo di Pulau Flores

Menikmati Keelokan Desa Adat Wae Rebo di Pulau Flores

Menikmati Keelokan Desa Adat Wae Rebo di Pulau Flores--Instagram.com/@edoitamm

BACA JUGA:5 Kelebihan Pajero Sport 2024 Yang Buat SUV ini Makin Diminati

Sedangkan tingkat ketiga, yang disebut lentar, merupakan tempat penyimpanan benih untuk musim tanam berikutnya.

Tingkat keempat, dikenal sebagai lempa rae, difungsikan untuk menyimpan persediaan makanan dalam situasi kekeringan.

Terakhir, tingkat kelima dan teratas yang disebut hekang kode, dianggap sebagai tempat yang paling suci, digunakan sebagai tempat persembahan kepada leluhur.

Di samping rumah-rumah tersebut, terdapat satu bangunan yang khusus digunakan untuk melaksanakan ritual-ritual keagamaan bagi masyarakat Desa Adat Wae Rebo.

BACA JUGA:6 TPS Belum Kirimkan Logistik ke PPS Ario Kemuning Palembang

Meskipun mayoritas penduduk di desa ini menganut agama Katolik, namun mereka masih tetap mempertahankan kepercayaan dan tradisi lama mereka. Di dalam bangunan ini disimpan berbagai pusaka suci seperti gendang dan gong.

Dengan jumlah penduduk yang terbilang kecil, sekitar 1.200 jiwa, desa ini hanya terdiri dari tujuh unit rumah. Makanan pokok yang dikonsumsi oleh penduduk desa ini adalah singkong dan jagung.

Namun, mereka juga menanam tanaman komoditas seperti kopi, vanili, dan kayu manis di sekitar desa, yang kemudian dijual di pasar yang terletak sekitar 15 km dari desa.

Belakangan ini, Desa Adat Wae Rebo semakin dikenal sebagai destinasi wisata bagi para penggemar ekowisata, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

BACA JUGA:Pergeseran Hasil Rekapitulasi TPS ke Kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir

Hal ini tentu saja memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa tersebut.

Bagi para pelancong yang tertarik untuk mengunjungi Desa Adat Wae Rebo, dapat memulai perjalanan dari Bandara Komodo yang terletak di Labuan Bajo.

Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Kota Ruteng. Terdapat beberapa pilihan transportasi seperti mobil travel atau sewa mobil pribadi.

Setelah melakukan perjalanan darat selama 3-4 jam, kemudian dilanjutkan dengan menggunakan ojek selama 3-4 jam menuju Denge; desa terakhir sebelum akhirnya tiba di Desa Adat Wae Rebo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber