Klub Tinju Perempuan Pertama Buka di Gaza, Menantang Konvensi dan Stereotip Gender

Klub Tinju Perempuan Pertama Buka di Gaza, Menantang Konvensi dan Stereotip Gender

Petinju perempuan.-pixabay.com/ignaciosepario0-

BACA JUGA:Jelang Tahun Baru, Harga Daging Ayam Melejit

Hala Ayoub, seorang petinju Gaza, adalah salah satu siswi pelatih yang bergabung dengan olahraga tersebut lima tahun lalu, dan telah menjadi anggota Tim Nasional Palestina.

"Saya sangat senang karena saya bisa mewakili negara saya (Palestina) dalam kompetisi tinju Arab atau internasional yang akan datang," kata remaja berusia 17 tahun itu.

Baginya, olahraga membantunya mengubah dirinya dari gadis lemah yang takut akan segala hal menjadi gadis kuat yang lebih percaya diri.

"Olahraga ini, seperti yang dipikirkan banyak orang, bukanlah permainan yang sengit dan penuh kekerasan. Ini membantu kita mempertahankan diri dan meningkatkan kepercayaan diri, dan juga merupakan cara untuk menghilangkan energi negatif yang diderita banyak orang," katanya.

BACA JUGA:Nikmatnya Pindang Salai dengan Rasa Unik Khas Palembang

Jodi al-Nimer, seorang gadis Gaza lainnya, bergabung dengan tinju tiga bulan lalu dengan harapan dapat membantu dirinya sendiri menghilangkan ketakutan batinnya terhadap orang asing, bahkan teman sekelasnya.

"Saya datang ke sini untuk mengetahui bagaimana saya bisa melawan mereka yang akan menyakiti saya di suatu tempat, (karena) sepanjang waktu, saya merasa berada di bawah ancaman, terutama dari orang asing," kata bocah berusia 10 tahun itu.

Dia mengatakan banyak temannya menggambarkan tinju sebagai "olahraga yang memalukan bagi anak perempuan," menambahkan dia akan membuktikan kepada mereka bahwa stereotip seperti itu salah.

Namun, penduduk setempat di daerah kantong pesisir Palestina terbagi atas apakah olahraga tersebut cocok untuk perempuan.

BACA JUGA:Masyarakat Dapat Pinjam Gratis Inkubator Bayi Hasil Dana Kotak Amal Gus Dur

"Kita menuju tahun 2023, jadi wajar bagi anak perempuan dan perempuan untuk berlatih olahraga apa pun," kata Mohammed al-Jaro, seorang pria Gaza berusia 30-an.

Tapi Ibrahim Hassan, pria berusia 25 tahun di Gaza, mengambil posisi berbeda. "Saya tidak bisa membayangkan menikah dengan seorang perempuan yang melakukan tinju. Jika saya memintanya untuk menyiapkan secangkir teh dan dia tidak suka melakukannya, dia mungkin akan meninju saya," kata pemuda itu sambil tertawa.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: xinhua news