Dunia Medis Fokus Teliti Transplantasi Sel Punca Untuk Sembuhkan Penyakit HIV

Dunia Medis Fokus Teliti  Transplantasi Sel Punca Untuk Sembuhkan Penyakit HIV

Dunia Medis Fokus Teliti Transplantasi Sel Punca Untuk Sembuhkan Penyakit HIV --instagram.com/@pandemictalks

BACA JUGA:Perhatikan 5 Hal Penting Ini Saat Mengganti Warna Menjadi Berbeda pada Sepeda Motor Matic Lama Anda!

Gen ini mengkode permukaan sel darah putih yang digunakan HIV untuk menginfeksi sel baru. Mutasi pada gen CCR5 membuat virus HIV tidak dapat menginfeksi sel baru, menciptakan kekebalan terhadap HIV pada pasien. 

Gen inilah yang menghalangi virus HIV memasuki sistem kekebalan seseorang dan membuat sel punca secara alami kebal terhadap virus tersebut. 

Hingga Mei 2023, lima pasien dari berbagai belahan dunia diumumkan bebas dari HIV setelah menerima transplantasi sel punca. Pemantauan bertahun-tahun tidak menemukan adanya virus HIV di tubuh mereka.

Meskipun terapi sel punca membawa harapan baru dalam menyembuhkan HIV, WHO menyatakan bahwa pendekatan ini masih dianggap invasif, kompleks, dan berisiko tinggi.

BACA JUGA:Rahasia Sukses Helloween: Perjalanan Epik Band Power Metal Jerman

Oleh karena itu, belum layak untuk diterapkan secara global pada semua pasien HIV. Kendati demikian, kesuksesan ini dianggap sebagai angin segar bagi dunia medis.

Dr. Meg Doherty, Direktur Program HIV, Hepatitis, dan IMS Global WHO, dalam laporan WHO menyatakan, "Meskipun masih terdapat tantangan kelayakan, kasus ini menjadi berita baik yang akan mendorong agenda penelitian penyembuhan HIV ke depannya.

" Kesuksesan terapi sel punca dalam menyembuhkan HIV membuka pintu bagi penelitian lebih lanjut dan menggembirakan komunitas medis global.

Namun tetap saja, masalah HIV ini menakutkan bagi setiap orang. Mengingat di Indonesia saja jumlah penderita HIV ini cukup tinggi yang sebagian di derita oleh ibu rumah tangga.

BACA JUGA:Jangan Beli Sepeda Motor Matic Bekas Sebelum Memperhatikan 6 Hal Ini!

Kemenkes RI mencatat, sebanyak 515.455 ditemukan kasus HIV di Indonesia, dalam kurun waktu Januari sampai September 2023. Dari total tersebut sebanyak 454.723 kasus atau sebanyak 88 persen sudah terkontaminasi oleh penderitanya atau disebut Orang Dengan HIV (ODHIV.

Dari jumlah itu yang mendapatkan pengobatan baru sekitar 40 persen. Untuk itu, Kemenkes menerapkan penanggulangan dengan cara sosialisasi bahaya HIV, promosi kesehatan, serta terus melakukan pencegahan serta melakukan temuan kasus sekaligus penanganan yang diperlukan.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber