“Biasanya kalau BBM naik, ongkos angkut ikut naik, nanti harga barang juga bisa ikut naik. Jadi dampaknya ke mana-mana,” tambahnya.
Fadilah Hidayat, pengendara ojol.-Aidil-PALTV
Fadilah juga menyinggung faktor global yang diduga memengaruhi kenaikan harga BBM.
BACA JUGA:Kawasaki Ninja ZX-25R 2026 Tampil Lebih Segar, Warna Baru Bikin Makin Menggoda!
BACA JUGA:Holiday Angkasa Wisata Tawarkan Paket Lion 13 Hari dengan Fasilitas Gratis Thaif dan Nasi Mandhi
“Mungkin ini ada pengaruh kondisi global seperti konflik Iran dan Amerika Serikat. Tapi kami berharap pemerintah bisa menjaga harga BBM subsidi tetap stabil agar masyarakat kecil tidak semakin terbebani,” jelasnya.
Berdasarkan pengumuman resmi dari Pertamina Patra Niaga melalui laman resminya, terjadi penyesuaian harga pada sejumlah BBM nonsubsidi. Harga Pertamax Turbo naik dari Rp19.850 per liter menjadi Rp20.350 per liter.
Sementara itu, harga Dexlite mengalami kenaikan dari Rp24.150 per liter menjadi Rp26.600 per liter. Adapun Pertamina Dex juga naik dari Rp24.450 per liter menjadi Rp28.500 per liter.
Warga berharap harga BBM nonsubsidi tidak naik lagi dalam waktu dekat.-Aidil-PALTV
Kenaikan harga ini diperkirakan dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia serta dinamika ekonomi global.
BACA JUGA:Unsri Sampaikan Duka atas Wafatnya Dokter Internship dr. Myta Aprialia Azmy
BACA JUGA:Samsung Resmi Rilis microSD T7 dan T9 di Indonesia, Hadirkan Penyimpanan Cepat!
Masyarakat berharap pemerintah dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga energi, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak.