Warga Palembang Keluhkan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Senin 04-05-2026,19:13 WIB
Reporter : Aidil
Editor : Devi Setiawan

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali terjadi pada awal Mei 2026 dan mulai dirasakan masyarakat di Kota Palembang.

Penyesuaian harga ini menuai keluhan, terutama dari pengguna BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex yang harus menambah pengeluaran harian.

Kenaikan yang berlaku sejak Senin, 4 Mei 2026, berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan bermotor yang mengandalkan BBM nonsubsidi untuk mobilitas sehari-hari.

Salah satu warga, Marcos Melano, mengaku cukup terbebani dengan lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai kenaikan ini terasa signifikan dibandingkan sebelumnya.

BACA JUGA:Tekanan Baru bagi UMKM: Harga Plastik Naik Tajam, BBM Nonsubsidi Tak Terlalu Berdampak

BACA JUGA:MicroSD T7 dan T9 Samsung Siap Dukung Kebutuhan Konten 4K hingga Gaming


Marcos Melano, warga Palembang.-Aidil-PALTV

“Kalau dulu isi Pertamax Turbo Rp100 ribu itu bisa penuh, sekarang paling hanya setengah tangki. Jadi terasa sekali bedanya,” ujar Marcos.

Marcos Melano juga menambahkan bahwa kondisi ini membuatnya harus mengatur ulang pengeluaran harian.

“Sekarang harus lebih hemat, kadang jadi mikir dua kali kalau mau bepergian jauh. Harapan kami pemerintah bisa mempertimbangkan kondisi masyarakat, karena kebutuhan lain juga ikut naik,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya, Fadilah Hidayat. Ia berharap kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak terus berlanjut di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

BACA JUGA:iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Segera Rilis: Baterai, Harga, Kamera, Layar, dan Lainnya

BACA JUGA:Gila! microSD, SSD T7 & T9 Jadi Senjata Rahasia Samsung Kuasai Storage Dunia

“Kami berharap harga ini tidak naik lagi dalam waktu dekat, karena cukup memberatkan. Apalagi bagi masyarakat yang penghasilannya tetap,” ujar Fadilah.

Menurutnya, kenaikan harga BBM juga berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok lainnya.

Kategori :