Update Kurs Dolar AS 5 Mei 2026: Rupiah Masih Tertekan, Simak Pergerakan Terbarunya
update kurs dolar AS 5 Mei 2026 rupiah tertekan--freepik
PALTV.CO.ID- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 5 Mei 2026, masih menunjukkan tekanan yang cukup signifikan di tengah dinamika ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.
Berdasarkan berbagai data pasar dan acuan resmi, rupiah bergerak di kisaran Rp17.300 hingga Rp17.400 per dolar AS sepanjang hari ini.
Pergerakan ini mencerminkan sentimen global yang masih membayangi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia
Penguatan dolar AS yang didorong oleh kebijakan moneter ketat serta ketidakpastian ekonomi global menjadi faktor utama yang menekan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.
Mengacu pada data terbaru dari Bank Indonesia (BI), kurs referensi menunjukkan sedikit perubahan dibandingkan sebelumnya. Untuk hari ini, BI menetapkan kurs jual sebesar Rp17.454 per dolar AS, sementara kurs beli berada di level Rp17.281 per dolar AS.
BACA JUGA:Dinkes OKU Selatan Tegaskan Evaluasi Sistem Kerja Dokter Internship Usai Wafatnya dr Myta Azmy
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan pembaruan sebelumnya, yang menunjukkan adanya pergerakan dinamis dalam pasar valuta asing.
Di pasar spot, rupiah sempat menyentuh level sekitar Rp17.400 per dolar AS. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, termasuk kebijakan suku bunga The Fed, data inflasi global, serta kondisi geopolitik yang belum sepenuhnya kondusif.
Selain itu, arus modal asing yang keluar dari pasar negara berkembang juga turut memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar rupiah.
Para analis menilai bahwa pergerakan rupiah saat ini masih berada dalam fase volatilitas tinggi.
Hal ini berarti nilai tukar dapat berubah dengan cepat dalam waktu singkat, tergantung pada sentimen pasar global maupun domestik.
Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menahan pelemahan yang lebih dalam.

pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar hari ini--freepik
Dari sisi domestik, stabilitas inflasi dan kebijakan fiskal pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: berbagai sumber

