Pengukuran profil roda dan pemeriksaan bogie dilakukan secara berkala guna mencegah risiko anjlokan. Selain itu, alat perangkai atau coupler juga menjadi perhatian khusus untuk memastikan sambungan antar kereta tetap kokoh dan aman.
Dalam menunjang optimalisasi perawatan, Divre III Palembang juga melengkapi sarana dengan fasilitas darurat, salah satunya rerailing jack equipment yang digunakan untuk proses evakuasi apabila terjadi anjlokan.
Digitalisasi terus dikembangkan melalui pemasangan dashboard pemantauan real-time di depo serta penerapan checksheet digital dalam setiap proses pemeriksaan sarana.
“Perawatan sarana tidak semata-mata bertujuan menjaga keandalan operasional, tetapi juga menjadi elemen penting dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api. Sarana yang dirawat sesuai standar akan mengurangi potensi gangguan teknis selama perjalanan, sehingga masyarakat dapat bepergian dengan aman dan nyaman karena aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Aida Suryanti.
Pada Masa Angkutan Lebaran 1447 H / 2026, Divre III Palembang menyiapkan sarana siap guna untuk angkutan penumpang dan barang sebanyak 65 lokomotif, terdiri dari 7 unit CC 201, 30 unit CC 204, dan 28 unit CC 206, serta 44 unit kereta yang terdiri dari 14 K1, 8 K2, 12 K3, 2 M1, 4 P, 3 KMP3, dan 1 MP2.
Aida menyampaikan sekaligus mengakhiri, bahwasannya melalui kesiapan sarana yang optimal dan perawatan yang dilakukan secara menyeluruh, KAI Divre III Palembang ingin memastikan setiap perjalanan kereta api pada masa Angkutan Lebaran tidak hanya berlangsung aman, tetapi juga memberikan tingkat kenyamanan terbaik bagi pelanggan.
Perawatan yang dilaksanakan bukan sekadar memenuhi ketentuan teknis, melainkan wujud tanggung jawab dan kepedulian terhadap kepercayaan masyarakat yang menjadikan kereta api sebagai moda transportasi andalan.