Sementara itu, pelaku usaha mulai memperkuat manajemen risiko nilai tukar, terutama melalui lindung nilai (hedging), guna mengantisipasi fluktuasi kurs yang masih berpotensi terjadi.
Langkah ini dinilai penting mengingat rupiah masih rentan terhadap perubahan sentimen eksternal dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Desain Spakbor Morbidelli C252V Bergaya Klasik, Cruiser yang Tetap Punya Karakter Unik
BACA JUGA:PLTS Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Beroperasi Dapat Hemat Biaya Listrik Hingga Rp24 Juta per Tahun
Secara keseluruhan, penguatan dolar AS ke level Rp16.922,65 hari ini mencerminkan kombinasi sentimen global dan domestik yang masih menekan rupiah.
Meski begitu, stabilitas makroekonomi Indonesia dan peran aktif Bank Indonesia diharapkan mampu menahan pelemahan yang lebih dalam, sehingga pergerakan rupiah tetap terkendali dalam beberapa hari ke depan.