PALTV.CO.ID,- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan pelemahan tipis pada perdagangan hari ini.
Dari berbagai sumber, Berdasarkan data terbaru, kurs dolar AS tercatat berada di level Rp16.922,65, menguat 0,080 persen atau naik sekitar 13,55 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.
Pergerakan ini menandakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut meski relatif terbatas.
Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan global yang cenderung berhati-hati.
Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve, yang diperkirakan akan mempertahankan sikap ketat lebih lama guna memastikan inflasi benar-benar terkendali.
Ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih panjang membuat dolar AS tetap atraktif sebagai aset lindung nilai, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
BACA JUGA:iQOO 15 Ultra Akan Segera Diluncurkan Dengan Baterai Lebih Besar dan Fitur Tambahan
BACA JUGA:Satpol PP Palembang Amankan 6 Orang Pengamen di Kambang Iwak
Dari sisi global, indeks dolar AS (DXY) masih bergerak stabil di level tinggi.
Kondisi ini mencerminkan kuatnya permintaan terhadap dolar di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, mulai dari perlambatan pertumbuhan global, dinamika geopolitik, hingga fluktuasi harga komoditas.
Situasi tersebut membuat investor cenderung mengalihkan dananya ke aset berdenominasi dolar AS yang dinilai lebih aman.
Sementara itu, dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh kebutuhan impor dan arus keluar modal asing yang masih terjadi secara selektif.
Pergerakan ini menandakan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlanjut meski relatif terbatas.--Freepik.com
Meski demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai relatif terjaga.
Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter yang konsisten serta intervensi di pasar valas jika diperlukan.