Bukit Asam PT. BA

Ratusan Triliun THR dan BHR Mengalir ke Masyarakat, Konsumsi Diprediksi Naik

Ratusan Triliun THR dan BHR Mengalir ke Masyarakat, Konsumsi Diprediksi Naik

Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Idul Fitri 2026--chatgpt image

PALTV.CO.ID,- Pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) menjelang Idul Fitri 2026 diproyeksikan menjadi salah satu pendorong penting pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun ini.

Aliran dana yang besar ke masyarakat dinilai mampu meningkatkan konsumsi rumah tangga serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan.

Ekonom dari Kisi Asset Management, Arfian Prasetya Aji, menjelaskan bahwa dampak THR dan BHR tidak hanya dirasakan oleh penerima secara langsung, tetapi juga menciptakan efek berantai di berbagai sektor usaha.

Menurutnya, ketika masyarakat menerima tambahan pendapatan menjelang hari raya, pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran akan meningkat secara signifikan.

Sebagai contoh, sektor ritel biasanya mengalami lonjakan penjualan karena meningkatnya permintaan pakaian baru, makanan, serta berbagai kebutuhan rumah tangga.

Selain itu, sektor logistik juga ikut diuntungkan karena meningkatnya aktivitas pengiriman barang, terutama dari perdagangan daring yang semakin berkembang.

BACA JUGA:Inspirasi Kalung Emas Rantai Polos yang Elegan, Cocok untuk Gaya Minimalis Modern

BACA JUGA:Xiaomi 17 vs POCO X7 Pro: Pilih Performa Flagship atau Smartphone Kencang Harga Bersahabat?

“Permintaan barang biasanya melonjak sebelum Lebaran. Hal ini membuat aktivitas distribusi dan pengiriman meningkat pesat,” ujarnya.

Tidak hanya itu, sektor pariwisata dan transportasi juga diperkirakan merasakan dampak positif. Tradisi mudik dan liburan selama Lebaran menyebabkan mobilitas masyarakat meningkat.

Kondisi ini mendorong pertumbuhan bisnis transportasi darat, udara, maupun laut, serta meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata.


konsumsi rumah tangga serta menggerakkan berbagai sektor ekonomi secara bersamaan.--geminiAI

Arfian menambahkan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia.

Saat ini, sekitar 54 persen pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari belanja masyarakat. Oleh karena itu, suntikan dana melalui THR dan BHR dapat memperkuat daya beli masyarakat dalam waktu yang relatif singkat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber