BI secara aktif melakukan stabilisasi di pasar valuta asing, baik melalui intervensi langsung maupun kebijakan moneter yang terukur.
Otoritas moneter juga terus memantau pergerakan arus modal asing dan kondisi likuiditas pasar.
Dengan cadangan devisa yang relatif kuat, BI dinilai memiliki ruang yang cukup untuk meredam volatilitas berlebihan pada nilai tukar rupiah.
Prospek Jangka Pendek
Ke depan, pergerakan kurs dolar terhadap rupiah masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya arah kebijakan The Fed dan rilis data ekonomi AS.
Jika tekanan eksternal mereda, rupiah berpeluang kembali stabil. Namun, selama ketidakpastian global masih tinggi, pelaku usaha diimbau tetap waspada dan menyiapkan langkah antisipatif.
Bagi dunia usaha, penguatan dolar menjadi pengingat pentingnya manajemen risiko nilai tukar dalam menjaga keberlangsungan bisnis.
Sementara bagi konsumen, stabilitas rupiah tetap menjadi faktor krusial agar harga barang dan jasa tidak mengalami lonjakan signifikan.