Dolar Menguat, Pelaku Usaha Mulai Waspadai Dampak ke Harga Impor

Dolar Menguat, Pelaku Usaha Mulai Waspadai Dampak ke Harga Impor

dampak dolar menguat terhadap harga impor--freepik

PALTV.CO.ID- Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menunjukkan kecenderungan menguat dalam beberapa hari terakhir.

Pergerakan ini membuat pelaku usaha, khususnya yang bergantung pada bahan baku impor, mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan biaya produksi.

Meski penguatan dolar masih tergolong terbatas, tren ini dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi perencanaan bisnis dalam jangka pendek.

Dari beberapa sumber, pada perdagangan terkini, kurs dolar AS bergerak di kisaran Rp16.700–Rp16.800 per USD, bahkan hari ini sampai Rp 16.842 per USD, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi akhir pekan lalu.

Penguatan dolar tersebut terjadi seiring meningkatnya permintaan mata uang AS di pasar global, terutama akibat sentimen kehati-hatian investor terhadap kondisi ekonomi dunia yang masih diliputi ketidakpastian.

Tekanan Global Dorong Dolar Menguat

Menguatnya dolar AS tidak terlepas dari faktor eksternal, khususnya ekspektasi kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed).

Meskipun pasar mulai memperkirakan adanya pelonggaran suku bunga ke depan, sikap The Fed yang cenderung berhati-hati membuat dolar tetap diminati sebagai aset aman (safe haven).

 BACA JUGA:Adu Spesifikasi SUV Nissan 2026: Mana yang Paling Pas untuk Kebutuhanmu?

Selain itu, kondisi geopolitik global serta perlambatan ekonomi di sejumlah negara turut mendorong investor global memindahkan dananya ke instrumen berbasis dolar.

Aliran modal ini pada akhirnya memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Analis pasar menilai bahwa penguatan dolar saat ini lebih bersifat sentimen global dibandingkan faktor domestik Indonesia.

Fundamental ekonomi nasional dinilai masih relatif stabil, namun tetap rentan terhadap gejolak eksternal yang sulit dikendalikan.

Pelaku Usaha Impor Mulai Hitung Ulang Biaya

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber