Rupiah Masih Tertekan, Kurs Dolar AS Bertahan di Kisaran Rp16.950–Rp16.970

Rupiah Masih Tertekan, Kurs Dolar AS Bertahan di Kisaran Rp16.950–Rp16.970

berdasarkan data kurs pasar global, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.950 hingga Rp16.970 per USD,--freepik.com

PALTV.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menunjukkan tekanan pada  perdagangan hari ini, rabu (22/1/2026).

 Dai berbagai sumber, berdasarkan data kurs pasar global, dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp16.950 hingga Rp16.970 per USD, mencerminkan pelemahan rupiah yang masih berlanjut sejak awal pekan.

 Posisi ini menempatkan rupiah tetap berada di zona rawan, mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS, yang selama beberapa waktu terakhir menjadi perhatian utama pelaku pasar keuangan.

 Meski pergerakan hari ini relatif stabil, rupiah beum menunjukkan tanda penguatan yang signifikan.

 Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari sentimen global yang masih dominan. Dolar AS cenderung menguat seiring sikap hati-hati investor terhadap kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

 BACA JUGA:Perang Tarif AS–Eropa Meledak! Emas Cetak Rekor Fantastis, Bitcoin Justru Terguncang

BACA JUGA:PLN ULP Tugumulyo Salurkan Bantuan Bagi Korban Banjir di Kecamatan Lempuing

Ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama membuat arus modal global cenderung mengalir ke aset berdenominasi dolar, sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

 Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati kondisi ekonomi domestik. Kebutuhan impor yang meningkat, terutama pada sektor energi dan bahan baku industri, turut menjaga permintaan dolar AS tetap tinggi.

Situasi ini membuat ruang penguatan rupiah menjadi terbatas meskipun Bank Indonesia terus melakukan stabilisasi di pasar valas.

 Di pasar domestik, kurs transaksi di perbankan dan money changer umumnya bergerak sedikit lebih lebar dibandingkan kurs tengah (mid-market).

Perbedaan ini wajar terjadi karena adanya spread antara harga beli dan jual dolar AS, yang dipengaruhi oleh likuiditas serta dinamika permintaan harian.

 Pengamat pasar uang menilai pergerakan rupiah dalam jangka pendek masih akan bergerak sideways cenderung melemah, selama belum ada sentimen positif kuat baik dari dalam maupun luar negeri.


Meski pergerakan hari ini relatif stabil, rupiah beum menunjukkan tanda penguatan yang signifikan.--freepik.com

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber