Dolar Menguat, Pelaku Usaha Mulai Waspadai Dampak ke Harga Impor

Senin 12-01-2026,11:31 WIB
Reporter : Angga
Editor : Abidin Riwanto

Banyak bahan baku dan komponen produksi yang masih bergantung pada impor dan dibayar menggunakan dolar AS.

 
dampak dolar menguat terhadap harga impor--freepik

Ketika nilai tukar dolar naik, otomatis biaya pembelian bahan baku ikut meningkat.

Kondisi ini dapat menekan margin keuntungan perusahaan jika tidak diimbangi dengan penyesuaian harga jual.

Namun, menaikkan harga produk juga bukan keputusan mudah karena daya beli masyarakat masih menjadi pertimbangan utama.

Sejumlah pelaku usaha memilih untuk melakukan lindung nilai (hedging) guna meminimalkan risiko fluktuasi kurs.

Namun, langkah ini tidak selalu bisa dilakukan oleh semua perusahaan, terutama pelaku usaha kecil dan menengah yang memiliki keterbatasan akses ke instrumen keuangan tersebut.

Dampak ke Harga Barang Impor dan Inflasi

Penguatan dolar juga berpotensi berdampak langsung pada harga barang impor di pasar domestik.

Produk-produk seperti elektronik, kendaraan, obat-obatan, hingga bahan pangan tertentu berisiko mengalami penyesuaian harga jika pelemahan rupiah berlangsung lebih lama.

 
kenaikan nilai dolar pengaruhi biaya impor--freepik

Jika harga barang impor naik, tekanan inflasi bisa meningkat. Hal ini menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah dan Bank Indonesia (BI), mengingat stabilitas harga merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga daya beli masyarakat.

Meski demikian, hingga saat ini dampak penguatan dolar masih dinilai terbatas.

Banyak pelaku usaha masih menggunakan stok lama dengan kurs sebelumnya, sehingga penyesuaian harga belum terjadi secara luas di tingkat konsumen.

Bank Indonesia Tetap Jaga Stabilitas Rupiah

Di tengah dinamika nilai tukar, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah.

Kategori :