Genosida Rwanda terjadi pada tahun 1994, ketika sekitar 800.000 orang Tutsi dan Hutu moderat tewas dalam periode 100 hari yang mengerikan.
Genosida ini direncanakan oleh pemerintah Rwanda yang didominasi oleh suku Hutu, yang bertujuan untuk memusnahkan seluruh populasi Tutsi dan lawan politik mereka.
Para pelaku genosida menggunakan propaganda rasial untuk memobilisasi massa dan melancarkan serangan terhadap kaum Tutsi di seluruh Rwanda.
7. Perang Saudara Sudan
BACA JUGA:Kakanwil Kemenkumham Sumsel Memperkuat Kesiapan Pegawai Lapas/Rutan dengan Pelatihan Bela Diri Kempo
Perang Saudara Sudan, yang berlangsung selama lebih dari enam bulan, telah menyebabkan lebih dari 10.000 kematian dan jutaan pengungsi.
Konflik ini melibatkan berbagai faksi bersenjata, terutama Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Pendukung Cepat (RSF), yang saling bersaing untuk menguasai negara dan sumber dayanya.
Meskipun terjadi perubahan politik di Sudan setelah penggulingan Presiden Omar al-Bashir pada tahun 2019, konflik bersenjata antara berbagai faksi terus berlanjut, memperburuk keadaan kemanusiaan di negara tersebut.
Genosida-genosida tersebut menyisakan luka yang dalam dalam sejarah kemanusiaan, mengingatkan kita akan pentingnya untuk tidak pernah melupakan kekejaman masa lalu dan terus berjuang untuk keadilan dan perdamaian di masa depan.*