Hati-hati Tanpa Disadari Sering Diucapkan, Ternyata Kalimat Ini Sangat Dibenci Allah SWT

Sabtu 30-12-2023,10:27 WIB
Reporter : Angga Pranando
Editor : Muhadi Syukur

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan bahkan diperintahkan untuk senantiasa menjaga lisan.

Menjaga lisan dari perbuatan ghibah atau mengucapkan kalimat cacian, menghina, berkata kotor, dan menyakiti hati seseorang.

Terkadang tanpa sadar, banyak ucapan yang keluar dari mulut kita membuat orang tersinggung, atau bahkan tersakiti. Dan yang lebih mengkhawatirkan, tanpa kita sadari, kita sering mengucapkan kalimat yang ternyata dibenci Allah SWT.

 

Lantas, kalimat seperti apa yang dimaksud? Simak penjelasannya.

BACA JUGA:Pahami dan Amalkan! Inilah Waktu-waktu Terbaik untuk Bersedekah Sesuai Anjuran Rasulullah SAW 

Dikutip dari laman mufakat al banna, Kalimat yang dibenci Allah SWT yaitu merepresentasikan kesombongan dan penolakan terhadap ajakan orang lain untuk berbuat baik, terutama untuk bertaqwa kepada Allah SWT.

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Kalimat yang paling Allah benci, seseorang menasehati temannya, ‘Bertakwalah kepada Allah’, namun dia menjawab: ‘Urus saja dirimu sendiri’.”

Dari hadis diatas menunjukan bahwa Kalimat tersebut menunjukkan kesombongan seseorang karena tidak mau mendengarkan ajakan orang lain. Bahkan orang lain dianggap tidak berhak ikut campur dalam masalah ketaqwaannya.

BACA JUGA:Muslim Harus Tahu! Ini Adab Seorang Muslim Saat Dilanda Musibah


Kalimat yang dibenci Allah SWT yaitu merepresentasikan kesombongan dan penolakan terhadap ajakan orang lain untuk berbuat baik, --Foto : freepik@cookies.studio.jpg

Padahal sejatinya, manusia seharusnya saling mengingatkan dalam kebaikan. Oleh sebab itu, berhati-hatilah bila ingin berkata sesuatu terutama bila seseorang mengajak kepada kebaikan atau melarang dari melakukan kemungkaran. Jangan sampai terjebak emosi dan berkata kasar.

Terimalah dengan hati yang terbuka atau jawablah dengan jawapan yang sopan seperti ‘terima kasih telah mengingatkan saya’, atau dengan ucapan-ucapan positif yang lain.

Apabila kita menerima nasehat, ada baiknya terimalah segala nasehat meskipun hal itu menyudutkan kita sebagai yang dinasehati.

Kategori :