2. Memudarnya Keimanan terhadap Allah
BACA JUGA:Seperti Apa Hubungan Mahram Ayah dan Anak Tiri serta Hak dan Kewajibannya Menurut Pandangan Islam?
Sebagai seorang mukmin, idealnya kita mampu menata hati baik dalam keadaan gelisah maupun dalam keadaan gundah meskipun kehidupan penuh dengan masalah.--freepik.com/@freepik
Keimanan yang lemah membuat seseorang akan sering merasa khawatir dan tidak tenang. Lupa kepada Allah SWT membuatnya merasa tak ada yang bisa menolongnya keluar dari masalah.
3. Kurang Bersabar dan Sering Mengeluh
Kurangya kesabaran menyebabkan seseorang sering mengeluh, yang membuat hati dipenuhi kekhawatiran dan kegelisahan.
4. Terlalu Memikirkan Takdir Allah SWT
BACA JUGA:Muslim Harus Tahu! Pentingnya Memahami Adab Bertetangga dalam Islam, Ada Hak yang Harus Dipenuhi
Memikirkan terlalu banyak tentang ketetapan Allah SWT dapat menyebabkan seseorang mudah gelisah, apalagi ditambah dengan berburuksangka akan hal-hal yang belum terjadi.--freepik.com/@jcomp
Memikirkan terlalu banyak tentang ketetapan Allah SWT dapat menyebabkan seseorang mudah gelisah, apalagi ditambah dengan berburuksangka akan hal-hal yang belum terjadi. Misalnya, terlalu memusingkan masalah jodoh, rezeki, dan maut.
Maka dari itu, Jika merasa gelisah dan gundah gulana, kunci penyelesaiannya adalah kembali kepada Allah SWT.
Al-Qur'an adalah obat dan rahmat Allah SWT. Membaca, merenungkan maknanya, dan menyambungkan hati saat membaca kalam-Nya akan menghapuskan gelisah dan kesedihan.
Allah SWT menegaskan bahwa tidaklah Allah menurunkan Al-Qur’an itu kecuali ia menjadi obat dan menjadi rahmat serta menjadi wujud cintanya Allah kepada kita.
BACA JUGA:Bisa Ditiru, Ini Cara Berdagang Ala Rasulullah SAW Agar Bisnis Makin Sukses dan Berkah
Selain dengan Al-Qur’an, zikir juga menjadi cara mukmin menenangkan hati dari gelisah.--freepik.com/@freepik
Selain dengan Al-Qur’an, zikir juga menjadi cara mukmin menenangkan hati dari gelisah. Dengan memperbanyak zikir dan mengingat Allah SWT, hati akan lebih tenang, tenteram, dan damai.