Saat ini penyebab dari diabetes gestasional pada ibu hamil belum diketahui dengan secara pastinya. Lalu apa risiko terkena diabetes gestasional pada ibu hamil?
BACA JUGA:KPU OKU Selatan Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024
Satu hal yang pasti dari penyebab penyakit ini adalah tubuh tidak mampu memproduksi insulin selama kehamilan.
Hormon sangat berperan dalam hal ini. Selama kehamilan, plasenta menghasilkan berbagai hormon yang membantu pertumbuhan janin.
Tubuh lebih banyak memproduksi hormon estrogen hPL (human plasental laktogen). Hormon pertumbuhan dan kortisol selama kehamilan.
Sayangnya, hormon-hormon ini mampu menghalangi kerja insulin, yaitu produk anti-insulin. Fungsi insulin terganggu sehingga tubuh lebih sulit mengontrol gula darah sehingga dapat menyebabkan resistensi insulin pada ibu hamil. Sebab, penyakit ini terjadi ketika kadar gula darah sedang tinggi.
BACA JUGA:Kisah Menarik di Balik Fruitcake, Sajian Natal dan Tahun Baru yang Tak Tergantikan
2. Diagnosis diabetes gestasional
Seorang dokter hanya dapat mendiagnosis diabetes gestasional melalui beberapa cara. Pemeriksaan biasanya diawali dengan pertanyaan seputar gejala yang dialami pasien.
Pemindaian biasanya dilakukan saat usia kehamilan Anda sekitar 24 minggu. Pemeriksaan tersebut meliputi:
1). Tes toleransi glukosa oral awal (OGTT). Tes diawali dengan pemeriksaan kadar gula darah pasien satu jam sebelum dan sesudah meminum larutan gula.
Mengenal Lebih Jauh Mengenai Dua Jenis Diabetes yang Berbahaya bagi Ibu Hamil--freepik
Jika hasil menunjukkan kadar gula darah di atas 130-140 mg/dL, pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang.
BACA JUGA:Yamaha Gear 125 Hadir dengan 7 Pilihan Warna yang Elegan! Simak Tampilan Beda Warna Jok Version
2). Tes Toleransi Lisan (OGTT). Tes ini dilakukan dengan memberikan pasien larutan dengan kadar gula yang lebih tinggi dari sebelumnya.
Survei ini dilakukan tiga kali selama tiga jam. Jika kedua tes menunjukkan kadar gula darah tinggi, pasien dianggap diabetes.