Bukit Asam PT. BA

Dipicu Permintaan Global, Harga Karet di Sumsel Melonjak

Dipicu Permintaan Global, Harga Karet di Sumsel Melonjak

Petani karet di Sumsel menikmati kenaikan harga komoditas--Foto : M. Aidil - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID — Harga karet di Sumatera Selatan mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan harga jual di sejumlah daerah sentra produksi seperti Musi Banyuasin dan Bayung Lencir mencapai Rp16.000 hingga Rp19.000 per kilogram, yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan global, kondisi cuaca ekstrem, serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

Kenaikan harga ini terjadi di berbagai daerah sentra produksi. Di Kabupaten Musi Banyuasin, harga karet untuk penjualan mingguan mencapai Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, di wilayah Bayung Lencir, harga karet dua mingguan telah menembus Rp19.000 per kilogram.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan kenaikan harga karet dipengaruhi sejumlah faktor global maupun domestik.

“Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kenaikan harga karet, di antaranya permintaan global terutama dari industri otomotif dan manufaktur, kemudian cuaca ekstrem, nilai tukar rupiah terhadap dolar, serta penurunan produksi karet dunia,” ujar Rudi.

BACA JUGA:Objek Hotel dan Rumah di Kebun Bunga Berhasil Di Eksekusi

BACA JUGA:Uang Usaha Cuci Mobil Senilai Puluhan Juta Digelapkan, Dua Pegawai Dilaporkan Ke Polisi


Proses pengumpulan hasil karet oleh petani lokal--Foto : M. Aidil - PALTV

Ia menjelaskan, melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika turut memberikan dampak terhadap perdagangan karet Indonesia di pasar global.

“Dengan melemahnya rupiah, ekspor karet kita menjadi lebih kompetitif di pasar global. Namun di sisi lain, impor bahan produksi juga menjadi lebih mahal sehingga biaya produksi meningkat,” jelasnya.

Meski harga karet tengah mengalami kenaikan, Rudi menyebut kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan oleh petani, khususnya yang menjual hasil karet secara harian.

“Petani yang menjual harian belum terlalu merasakan kenaikan ini karena dipengaruhi tengkulak dan distribusi. Semakin jauh dari pasar, biaya distribusinya semakin tinggi,” katanya.


Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia Sumatera Selatan, Rudi Arpian, mengatakan kenaikan harga karet dipengaruhi sejumlah faktor global maupun domestik.--Foto : M. Aidil - PALTV

BACA JUGA:Calon jemaah haji Palembang menerima perlengkapan keberangkatan

BACA JUGA:Tak Bermoral! Paman Cabuli Keponakan Sendiri, Pelaku Dibekuk Polisi

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id