Bukit Asam PT. BA

Dipicu Permintaan Global, Harga Karet di Sumsel Melonjak

Dipicu Permintaan Global, Harga Karet di Sumsel Melonjak

Petani karet di Sumsel menikmati kenaikan harga komoditas--Foto : M. Aidil - PALTV

Ia juga mengungkapkan bahwa panjangnya rantai tata niaga menjadi salah satu faktor yang menekan harga di tingkat petani.

“Kalau rantai distribusinya panjang, pendapatan petani bisa menurun karena biaya distribusi yang tinggi,” tambahnya.

Untuk mengoptimalkan harga jual, petani disarankan tidak menjual karet setiap hari, melainkan secara berkala.

“Kami anjurkan petani menjual minimal satu minggu sekali di tempat pengumpul atau melalui sistem lelang agar harga yang didapat bisa lebih tinggi,” ungkap Rudi.


salah satu petani karet, Herman, mengaku kenaikan harga mulai memberikan dampak positif terhadap pendapatannya.--Foto : M. Aidil - PALTV

BACA JUGA:Wali kota Palembang dan Dubes Australia Bahas Palembang City Sanitation Project

BACA JUGA:Ini Motif Terungkap di Balik Pembunuhan Mutilasi Ibu Kandung di Lahat

Sementara itu, salah satu petani karet, Herman, mengaku kenaikan harga mulai memberikan dampak positif terhadap pendapatannya.

“Dengan adanya kenaikan harga karet ini, penghasilan kami mulai membaik dibanding sebelumnya,” katanya.

Ke depan, harga karet diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan seiring tingginya permintaan global, terutama dari industri otomotif dan kendaraan listrik yang membutuhkan komponen berbahan karet.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id