Bukit Asam PT. BA

Irigasi Air Lemutu Diduga Dibangun Asal Jadi, Sawah Warga Kering.

Irigasi Air Lemutu Diduga Dibangun Asal Jadi, Sawah Warga Kering.

Sekitar 25 hektar sawah di ataran Lubuk Genting Air Lemutu, desa Tanjung Bulan Kecamatan Tanjung Agung mengalami kekeringan dan gagal garap.--Foto : Mardiansyah - PALTV

PALTV.CO.ID - Pembangunan proyek pengembangan jaringan irigasi Ataran Air Lemutu diduga asal jadi, sebabkan kekeringan terhadap puluhan hektar sawah di ataran Lubuk Genting 1 desa Tanjung Bulan Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Muara Enim.

Untuk menuju ke lokasi pembangunan irigasi dari Muara Enim harus menempuh perjalanan sekitar tiga jam menggunakan kendaraan roda dua.

Akses dari Desa Tanjung Bulan menuju irigasi bendungan Ataran Lubuk Genting 1 Air Lemutu harus ditempuh jalan kaki dengan jarak tempuh 2 kilometer menelusuri area persawahan, kebun karet dan semak belukar dengan medan jalan melewati lereng perbukitan. 

Setibanya dilokasi didapati siring atau saluran irigasi yang baru dibangun PT Danadipa Cipta Konstruksi dengan kode lelang 10048797000, dengan pagu anggaran senailai Rp7.162.400.000 bersumber dari dana APBD 2025 itu, sudah ambruk ke bibir Sungai Lemutu.

BACA JUGA:Mantan Gubernur Sumsel Dua Periode Alex Noerdin Dirawat di ICU Rumah Sakit Jakarta

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Perkuat Kualitas Pelayanan Publik melalui Standardisasi Kemenpan RB

Penyebab ambruknya siring itu didapati beberapa faktor utama diantaranya kualitas pembangunan buruk diduga kuat tidak memakai tulangan rangka besi, dinding siring yang dibangun berdiri diatas siring yang lama, tebal lantai dasar siring kurang lebih 2 cm, lantai siring hanya memakai besi 6 mm alias kelas banci, pemasangan jarak besi dasar lantai 40 cm dan tidak diikat.

Selain itu, campuran material semen dan pasir diduga tidak sesuai standar spesifikasi teknis (bestek) dan tidak memperhitungkan pergerakan tanah atau erosi di sekitar saluran serta dinding siring juga tidak diplester sehingga struktur dinding tidak memiliki pondasi yang kuat menahan dorongan debit air membuat dinding irigasi mudah roboh.

"Ambruknya irigasi yang baru dibangun sangat merugikan petani di antaranya menyebabkan air irigasi menjadi kering dan mengancam puluhan hektare sawah yang memicu potensi gagal tanam," ujar Yanto (53) dan Zulkarnain (55) petani sawah Desa Tanjung Bulan, Minggu (22/2)

Petani Lubuk Genting, Yanto (53) mengatakan ada sekitar 25 hektar sawah mengalami kekeringan pasca dihentikannya proyek pembangunan irigasi air Lemutu di ataran Lubuk Genting 1 desa Tanjung Bulan.

BACA JUGA:Nonton “Anten-Anten Nunggu Buko” di PAL TV, Raih 2 Umroh Gratis dari Holiday Angkasa Wisata

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Berikan Edukasi KI, Ajak Masyarakat Pagami Perbedaan Paten, Hak Cipta dan Merek


Kondisi terkini irigasi air Lemutu yang merugikan petani karena gagal tanam. --Foto : Mardiansyah - PALTV

Dikatakan Yanto, penghentian pembangunan dilakukan sekitar bulan Desember 2025 akhir, dirinya mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab penghentian tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id