ASSASSIN'S Creed Shadow Ditolak Jepang : Skandal Budaya atau Kecelakaan Pemasaran Ubisoft?

ASSASSIN'S Creed  Shadow Ditolak  Jepang : Skandal Budaya atau Kecelakaan Pemasaran Ubisoft?

ASSASSIN'S Creed Shadow Ditolak Jepang : Skandal Budaya atau Kecelakaan Pemasaran Ubisoft?--youtube@ubisoft

PALTV.CO.ID,- "Penjualan Ambruk 60% Kontroversi Sejarah hingga Adu Domba Media—Apa yang Salah dengan Game 'Jepang' Buatan Barat Ini?"

"Dari Harapan Tinggi ke Penjualan Nol Besar: Mengapa Jepang Menolak AC Shadows?"

Assassin's Creed Shadows game terbaru Ubisoft yang berlatar Jepang, justru dibenci oleh orang Jepang sendiri. Padahal, franchise Assassin's Creed sebelumnya seperti Valhalla dan Odyssey sukses terjual 45.000+ kopi di minggu pertama di Jepang.

Namun, Shadows hanya mampu menjual 17.710 kopi di minggu pertamanya—turun 60% dari pendahulunya!

BACA JUGA:Kenapa Beli Mobil Mazda Bekas Terlalu Mengerikan Untuk Dipelihara?

BACA JUGA:Panduan Lengkap Memantau Cuaca dan Daerah Rawan Bencana Untuk Mudik Lebaran 2025

Apa penyebabnya? Kesalahan budaya yang memalukan. Banyak elemen sejarah dan budaya Jepang dalam game ini dianggap tidak akurat dan "dibaratkan".

Contohnya, desain karakter, adat istiadat, hingga representasi era Samurai yang dinilai menghina. Amarah masyarakat Jepang sampai memicu perdebatan di parlemen!

"Media vs Realita: Kontroversi Spin Berita 'Palsu' oleh Ran dan Famitsu"

Saat masyarakat Jepang geram, media lokal justru berusaha "memoles" citra Shadows. Majalah Famitsu (legenda di industri game Jepang) melaporkan game ini masuk 5 besar penjualan, padahal posisinya nyaris tersingkir oleh Xenoblade Chronicles X dan Monster Hunter Wilds yang sudah rilis berminggu-minggu sebelumnya.

BACA JUGA:Ini Cara Mudik Nyaman dan Selamat dengan Sepeda Motor

BACA JUGA:Ini Jajaran 'The Dream Team' Danantara, Berikut Dampak terhadap Pasar Saham

Situs Ran bahkan mengklaim Shadows "dicintai pemain Jepang" dengan merujuk pada skor pemain di Open Critic. Masalahnya, situs itu hanya punya 40 review—kebanyakan dari pemain global, bukan Jepang. Apakah ini upaya menyelamatkan muka Ubisoft?

"Angka Tidak Bohong: Bukti Penjualan yang Memalukan Ubisoft"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber