Piaggio MP3 125 Milik Mantan Presiden Prancis François Hollande Terjual dalam Lelang seharga Rp357,23 Juta

Piaggio MP3 125 Milik Mantan Presiden Prancis François Hollande Terjual dalam Lelang seharga Rp357,23 Juta

Piaggio MP3 125 Milik Mantan Presiden Prancis François Hollande Terjual dalam Lelang seharga Rp357,23 Juta--ig.com/@oiaggio_mp3_club_italia

BACA JUGA: Melangkah ke Elegansi, Pembaruan Terkini Kawasaki Eliminator SE 2025 dengan Sentuhan Warna yang Lebih Menarik

Pelelangan skuter Piaggio MP3 125 milik mantan Presiden Prancis, François Hollande, bukan hanya sekadar penjualan kendaraan bekas biasa.

Skuter ini menjadi saksi bisu dari peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah politik dan kehidupan pribadi Hollande, membuatnya sangat menarik bagi para kolektor dan penggemar sejarah.

Meskipun memiliki catatan kontroversial terkait skandal perselingkuhan, hal itu justru menambah nilai historis dan daya tariknya.

Denis Breheret, pemilik museum mobil yang berhasil memenangkan lelang, memiliki visi untuk menampilkan skuter tersebut sebagai bagian dari koleksi kendaraan-kendaraan bersejarah yang dimilikinya.

BACA JUGA:Mengenal ICJ, Lembaga Independen Yang Perintahkan Israel Setop Serang Rafah

Dengan demikian, skuter ini akan menjadi bagian dari pameran yang menceritakan kisah-kisah menarik dalam sejarah transportasi Prancis.

Aymeric Rouillac, juru lelang yang menggambarkan skuter ini sebagai "Rolls Royce dari dunia skuter," memberikan penghormatan atas nilai historisnya yang luar biasa.

Dengan dimilikinya oleh Istana Elysee dan peranannya dalam sejumlah peristiwa penting dalam kehidupan pribadi Hollande, skuter ini menjadi lebih dari sekadar kendaraan biasa.

Kisah tentang skuter ini juga mencerminkan dinamika hubungan personal Hollande, yang mencakup perselingkuhan yang terkenal dan dampaknya terhadap kehidupan pribadinya serta karir politiknya.

BACA JUGA:Kemenkumham Sumsel Perkuat Pelayanan Publik Berbasis HAM di UPT

Hal ini menambah dimensi emosional dan drama pada skuter tersebut, menjadikannya bukan hanya sebagai artefak sejarah, tetapi juga sebagai simbol dari kompleksitas manusia di balik jabatan politik tertinggi.

Dengan dipamerkannya skuter ini di museum, akan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk belajar lebih banyak tentang cerita di balik kendaraan yang tampaknya sederhana tersebut, serta merenungkan bagaimana kehidupan pribadi seorang pemimpin dapat memengaruhi sejarah dan opini publik.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber