Perang Antarnegara Mencuat, Militer Tolak Kendaraan Tempur Pakai Tenaga Listrik, Inilah Sebabnya

Militer tolak kendaraan tempur pakai tenaga listrik.--freepik.com/@hellodavidpradoperucha
BACA JUGA:Gaji Rp 5 Juta Jangan Coba-coba Beli Mobil Mending Beli Honda Beat, Ini Kata Sales Mobil!
2. Waktu Isi Ulang dan Jarak Tempuh
Meskipun teknologi baterai terus berkembang, kendaraan tempur biasanya memerlukan jarak tempuh yang besar dan waktu operasional yang lama tanpa perlu mengisi ulang.
Sistem baterai saat ini mungkin belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan efisien dibandingkan dengan mesin konvensional.
Sehingga jika waktu pengisian daya untuk kendaraan tempur memakan waktu yang banyak maka dapat mengganggu jalannya operasional kendaraan tersebut.
BACA JUGA:Mengatasi Tantangan Pemilik Mobil Listrik Tesla: Biaya Penggantian Baterai Pasca Garansi
3. Berat dan Ruang Penyimpanan
Sistem baterai yang kuat cenderung memiliki berat yang lebih besar dibandingkan dengan sistem bahan bakar konvensional. Ini dapat mempengaruhi mobilitas dan keefisienan kendaraan tempur.
Selain itu, menyimpan dan membawa baterai yang cukup besar untuk memberikan kekuatan yang dibutuhkan bisa menjadi tantangan dalam kendaraan yang sudah dirancang untuk membawa beban berat lainnya, seperti perlengkapan pelindung dan senjata.
4. Infrastruktur dan Logistik
Teknologi baterai memerlukan infrastruktur pengisian daya yang memadai di medan perang. Logistik untuk memasok baterai tambahan dan menyediakan fasilitas pengisian daya di medan perang dapat menjadi suatu tantangan yang signifikan.
5. Keamanan dan Kegunaan Militer
Aspek keamanan dan operasional militer juga menjadi pertimbangan. Mesin bahan bakar konvensional dapat lebih mudah diisi ulang dan dioperasikan di medan perang dengan cepat dan efisien, sementara teknologi listrik mungkin memerlukan perubahan infrastruktur dan taktik operasional.
Meskipun begitu, beberapa konsep kendaraan tempur dengan teknologi listrik telah mulai muncul, dan mungkin dengan kemajuan lebih lanjut dalam teknologi baterai dan teknologi listrik, kita dapat melihat perubahan dalam tren ini di masa depan.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber