Mengubah Stigma Negatif Lembah Tengkorak dalam Pertanian Bawang Merah

Mengubah Stigma Negatif Lembah Tengkorak dalam Pertanian Bawang Merah

Petani bawang merah di Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Hasil tanamnya berpeluang meningkatkan skala ekspor produk pertanian. (kementan)--Foto : Tangkap [email protected]

Kementerian Pertanian tidak hanya fokus pada peningkatan produksi bawang merah tetapi juga mengawasi Angka Import Dependency Ratio (IDR) dan Self Sufficiency Ratio (SSR).

Dalam laporan "Analisis Kinerja Perdagangan Bawang Merah 2022", nilai SSR komoditas bawang merah Indonesia pada periode 2017-2021 mencapai sebesar 100,17% hingga 100,54%, menunjukkan bahwa hampir seluruh kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah dapat dipenuhi oleh produksi domestik.

Sementara itu, nilai IDR bawang merah pada periode yang sama mencapai 0,01% hingga 0,04%, menunjukkan bahwa Indonesia relatif tidak bergantung pada impor bawang merah. Kebijakan pemerintah terkait dukungan petani, insentif, dan regulasi turut berperan dalam mencapai kemandirian produksi bawang merah.

 

Produksi Bawang Merah di Daerah Sentra Nasional pada 2022

Berikut adalah daftar produksi bawang merah di beberapa provinsi sentra produksi nasional pada tahun 2022, menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS):

Jawa Tengah : 556.510 ton

Jawa Timur   : 478.393 ton

Sumatra Barat: 207.376 ton

Nusa Tenggara Barat: 201.155 ton

Jawa Barat: 193.318 ton

Sulawesi Selatan: 175.160 ton

Aceh: 10.070 ton

Papua: 286 ton*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: indonesia.go.id