Grianán of Aileach, Monumen Bersejarah dari Irlandia

Grianán of Aileach, Monumen Bersejarah dari Irlandia

Grianán of Aileach berada di Gunung Greenan dan menghadap ke lembah sungai Foyle dan Swilly, Irlandia.--instagram.com/@enjoy.ireland

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Grianán of Aileach yang biasa dikenal dengan nama Benteng An Grianán, namanya diambil dari 'Grianán Ailigh' yang jika diterjemahkan sebagai ‘istana berbatu matahari’.

Grianán of Aileach berada di Gunung Greenan dan menghadap ke lembah Sungai Foyle dan Swilly, Irlandia. Benteng ini melingkar dengan diameter 23 meter (76 kaki), serta terdapat dinding batu kering yang tingginya sekitar 5 meter (16 kaki). Pada bagian atas tembok bisa dicapai melalui serangkaian anak tangga dan teras.

Pada bagian luar benteng, terdapat benteng batu yang menjadi bukti bahwa tempat tersebut dianggap penting selama ribuan tahun silam. Benteng batu ini dikelilingi oleh tiga tepian serta parit yang posisinya sangat tertutup. 

Benteng ini pada zaman dulu merupakan kursi kerajaan kuno Cenél nEógain, bagian dari Uí Néill Utara, dan menjadi dinasti awal abad pertengahan Irlandia yang memiliki pengaruh yang sangat kuat.

BACA JUGA:5 Manfaat Singkong bagi Kesehatan Tubuh

BACA JUGA:Tim Selam Indonesia Lakukan Uji Coba ke Italia, Targetkan Tujuh Medali Emas di SEA Games 2023

Raja Agung Niall Glúndub adalah salah satu raja Cenél nEógain yang terkenal. Ia merupakan sosok yang dianggap kuat di Irlandia pada abad ke-10 dan seorang pejuang terkenal. Pada tahun 917 ketika ia tiba di Waterford dan Leinster Selatan, Raja Agung Niall Glúndub terlibat dalam perang melawan Viking Ívarr Dynasty, atau Uí Ímair.

Diperkirakan bahwa Grianán of Aileach merupakan kediaman sang raja utama Cenél nEógain yang diperkirakan sampai sekitar akhir tahun 930-an, pada saat mereka pindah ke Tullaghoge di Tyrone. Pada tahun 1101, Raja Munster Muirchertach Ua Briain, telah menghancurkan benteng ini. Hal tersebut merupakan aksi pembalasan atas peristiwa keterlaluan pada tahun 1088.

Pada tahun 1830-an, Grianán of Aileach pernah dikunjungi oleh John O'Donovan dan George Petrie ketika survei persenjataan. Walaupun pada akhir abad ke-19 benteng tersebut dianggap dalam kondisi genting, perbaikan tetap dilakukan oleh Walter Bernard yang berjalan pada tahun 1874–1878. Kemunculan benteng batu tersebut diakibatkan oleh pekerjaan kala itu.

Grianán of Aileach banyak dikaitkan dengan cerita yang banyak mengandung unsur mitologi, dongeng, dan legenda. Salah satu legenda yang cukup terkenal menceritakan tentang Dagda, raja Tuatha de Dannán. Putranya, Aodh,  telah dibunuh oleh seorang pria bernama Coirgean, akibat rasa cemburu.* (Muhammad Ikhsanudin, PALTV.CO.ID)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: berbagai sumber