Bukit Asam PT. BA

Kasus Campak Meningkat, Puskesmas Gencarkan Vaksinasi Anak

Kasus Campak Meningkat, Puskesmas Gencarkan Vaksinasi Anak

Sejak awal Maret, tren peningkatan kasus mulai terlihat cukup signifikan, terutama pada kelompok anak-anak yang menjadi populasi paling rentan terhadap penularan penyakit ini.--Foto : Suryadi - PALTV

PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Lonjakan kasus campak di Sumatera Selatan dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian serius tenaga kesehatan, khususnya di wilayah pelayanan dasar seperti puskesmas.

Sejak awal Maret, tren peningkatan kasus mulai terlihat cukup signifikan, terutama pada kelompok anak-anak yang menjadi populasi paling rentan terhadap penularan penyakit ini.

Menurut keterangan dokter umum di ruang anak Puskesmas Merdeka, dr. Marlyn, peningkatan kasus campak memang sudah mulai terdeteksi sejak awal bulan Maret.

Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, jumlah pasien anak dengan gejala campak mengalami kenaikan yang cukup tajam dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi tenaga kesehatan untuk segera mengambil langkah cepat guna menekan penyebaran lebih luas.

BACA JUGA:Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panas, BMKG Imbau Waspada Karhutla di Sumsel

BACA JUGA:Hampir Rp1 Miliar Dana BOS SMAN 2 Prabumulih Dibobol, Polisi Bongkar Sindikat Siber


Dengan berbagai upaya yang telah dan akan dilakukan, diharapkan penyebaran kasus campak di Sumatera Selatan, khususnya di wilayah Bukit Kecil, dapat segera dikendalikan. --Foto : Suryadi - PALTV

Menanggapi situasi tersebut, pihak Puskesmas Merdeka langsung bergerak melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah pelaksanaan program vaksinasi campak yang dimulai pada minggu kedua bulan Maret.

Program ini difokuskan pada anak-anak usia 9 bulan hingga 18 bulan, yang merupakan kelompok usia dengan risiko tinggi terhadap komplikasi campak.

Wilayah sasaran program ini mencakup Kecamatan Bukit Kecil, dengan target capaian vaksinasi sebesar 95 persen. Target tersebut ditetapkan untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity), sehingga penyebaran virus campak dapat ditekan secara efektif di lingkungan masyarakat.

Namun, hingga saat ini capaian vaksinasi baru mencapai sekitar 65 persen. Angka ini menunjukkan bahwa masih terdapat sejumlah anak yang belum mendapatkan imunisasi, sehingga berpotensi menjadi celah penyebaran penyakit. Oleh karena itu, pihak puskesmas terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, terutama kepada orang tua, mengenai pentingnya vaksinasi sebagai langkah perlindungan utama terhadap campak.

BACA JUGA:Triwulan I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tumbuh 15 Persen

BACA JUGA:45 Jemaah Umroh Paket 14 Hari Diberangkatkan Holiday Angkasa Wisata dengan Ethiopian Airlines


Dokter umum di ruang anak Puskesmas Merdeka, dr. Marlyn, peningkatan kasus campak memang sudah mulai terdeteksi sejak awal bulan Maret.--Foto : Suryadi - PALTV

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id