Dinkes Sumsel Catat 131 Suspek Campak di Awal Tahun 2026

Dinkes Sumsel Catat 131 Suspek Campak di Awal Tahun 2026

Waspada Campak, Ratusan Anak di Sumsel Terdata Suspek Awal 2026--Foto : Ilustrasi ai.chatgpt - Muhadi

PALEMBANG, PALTV.CO.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat adanya peningkatan kasus suspek campak di awal tahun 2026.

Hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 131 kasus suspek campak yang tersebar di berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Darsono Ronsam, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.


total kasus tersebut terdapat satu frekuensi kejadian dengan 11 kasus suspek campak yang ditemukan di Kota Prabumulih. --Foto : Ilham - PALTV

“Di awal tahun 2026 ini terjadi peningkatan kasus suspek campak yang cukup signifikan. Hingga Januari, tercatat 131 kasus di berbagai daerah di Sumatera Selatan,” ujar Darsono.

BACA JUGA:Pengajian Sambut Ramadhan, KASAA Palembang Libatkan 800 Lebih Jemaah

BACA JUGA:HD Tegaskan Jalan Musi Rawas–Muba Sepanjang 115 Km Mulai Diperbaiki

Ia menjelaskan, dari total kasus tersebut terdapat satu frekuensi kejadian dengan 11 kasus suspek campak yang ditemukan di Kota Prabumulih. Seluruh kasus yang dilaporkan telah ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.

“Sebanyak 11 kasus ditemukan di Kota Prabumulih dalam satu frekuensi kejadian. Semua kasus suspek sudah kami tindak lanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan pemantauan secara intensif untuk mencegah penyebaran lebih luas,” jelasnya.


Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Sumsel, Darsono Ronsam, mengatakan jumlah tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.--Foto ; Ilham - PALTV

Menurut Darsono, munculnya kasus campak umumnya dipengaruhi oleh perubahan iklim yang terjadi dengan cepat, sehingga memicu gejala seperti batuk, pilek, dan ruam pada tubuh. Ia menambahkan, sebagian besar kasus suspek campak yang ditemukan didominasi oleh anak-anak.

“Perubahan iklim yang cukup ekstrem biasanya memicu munculnya gejala campak, seperti batuk, pilek, dan ruam. Kasus-kasus ini mayoritas dialami oleh anak-anak,” katanya.

BACA JUGA:Detik-Detik Ledakan Tabung Gas 12 Kg di Palembang Terekam CCTV, Dua Orang Tewas

BACA JUGA:Ledakan Tabung Gas LPG 12 Kg Lukai 9 Orang, 2 Diantaranya Balita

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: paltv.co.id