Pasokan Cabai Ke Sumsel Menurun Akibat Bencana Alam, Pemprov Sumsel Cari Suplai Tambahan
Distribusi Cabai di Pasar Tradisional Palembang-Ekk Saputra-PALTV
PALEMBANG, PALTV.CO.ID - Pasokan cabai ke Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan mengalami penurunan akibat bencana alam yang melanda sejumlah daerah pemasok, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Selama ini, wilayah tersebut menjadi penyuplai utama kebutuhan cabai di Sumsel melalui kerja sama antar-daerah.
Kebutuhan cabai di Sumatera Selatan mencapai sekitar 5.900 ton per bulan, terdiri dari 2.400 ton cabai rawit dan 3.500 ton cabai keriting. Untuk menjaga kecukupan stok, Pemprov Sumsel melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) mendatangkan pasokan dari provinsi lain.

Kebutuhan cabai di Sumatera Selatan mencapai sekitar 5.900 ton per bulan, -Ekky Saputra-PALTV
Namun, terganggunya distribusi akibat bencana alam dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga cabai di pasaran.
BACA JUGA:Lomba Mewarnai Bersama Ayah Meriahkan Hari Ayah Nasional ke-21 di Palembang
BACA JUGA:Sekda Palembang Pimpin Upacara Hut Korpri Ke-54, Ajak Asn Perkuat Pelayanan Publik
Kepala DKPP Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi. Salah satunya adalah menambah pasokan cabai melalui kerja sama dengan sejumlah provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas suplai sehingga harga cabai tetap terkendali.

Kepala DKPP Provinsi Sumsel, Ruzuan Efendi, -Ekky Saputra-PALTV
"Untuk memenuhi kebutuhan cabai kota 100 persen, memang kita mendatangkan dari tempat lain, di jawa maupun Sumatera, seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara dan aceh, sehingga saling Subtitusi" kata Ruzuan Efendi.
Tak hanya itu, Pemprov Sumsel juga berencana menata kembali pola tanam cabai di tingkat daerah. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan cabai di Sumsel dapat dipenuhi secara lebih mandiri tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari provinsi lain.
"Kita akan menyiapkan agar meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan, dan kedepan kota akan menata pola tanam agar setiap tahun kita tersedia tanpa harus bergantung daerah lain" tambah Ruzuan Efendi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id


