Rupiah Bergerak Stabil, Dolar AS Bertahan di Kisaran Rp16.740–Rp16.770

Rupiah Bergerak Stabil, Dolar AS Bertahan di Kisaran Rp16.740–Rp16.770

berdasarkan data pasar global, dolar AS berada di kisaran Rp16.740 hingga Rp16.770 per dolar AS--Freepik.com

 

PALTV.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini terpantau bergerak relatif stabil.

Dari beberapa sumber, berdasarkan data pasar global, dolar AS berada di kisaran Rp16.740 hingga Rp16.770 per dolar AS, mencerminkan pergerakan yang cenderung terbatas dibandingkan dengan akhir pekan lalu.

Stabilnya pergerakan rupiah ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati dalam merespons berbagai sentimen global maupun domestik.

Meski tekanan eksternal masih membayangi, rupiah sejauh ini mampu bertahan dan tidak mengalami pelemahan tajam di awal pekan. 

Di pasar valuta asing, pergerakan dolar AS saat ini banyak dipengaruhi oleh ekspektasi kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve.

BACA JUGA:Polisi Masih Berjuang Cari Jenazah Christina, Keterangan Pelaku Tidak Konsisten

BACA JUGA:Kasat Res PPA dan PPO Polres Ogan Ilir Resmi Dilantik, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak  

Investor global masih menunggu kejelasan arah suku bunga acuan, terutama terkait waktu dan besaran potensi penyesuaian suku bunga di tengah dinamika inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Ketidakpastian tersebut membuat dolar cenderung bergerak fluktuatif, namun belum menunjukkan penguatan signifikan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Dari dalam negeri, sentimen pasar relatif netral. Aktivitas ekonomi domestik yang masih berjalan stabil turut menopang pergerakan rupiah.

Selain itu, langkah Bank Indonesia (BI) yang konsisten menjaga stabilitas nilai tukar melalui kebijakan moneter dan intervensi di pasar valas dinilai mampu meredam gejolak yang berlebihan.

Kehadiran BI di pasar menjadi faktor penting yang menjaga kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap rupiah.

BACA JUGA:Kasus Dana Hibah KONI, Kejari Muara Enim Terima Penitipan Pengganti Kerugian Negara Rp124 Juta

BACA JUGA:Gejolak Rupiah Dorong Minat Investasi Emas Digital  

Namun demikian, perbedaan kurs tetap terlihat antara nilai tukar pasar global (mid-market) dengan kurs jual dan beli di perbankan maupun money changer.

Di tingkat perbankan, dolar AS umumnya diperdagangkan sedikit lebih tinggi karena adanya selisih (spread) serta biaya transaksi.


Stabilnya pergerakan rupiah ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati --Freepik.com

Hal ini membuat masyarakat dan pelaku usaha disarankan untuk selalu mengecek kurs resmi di bank atau lembaga keuangan sebelum melakukan transaksi valuta asing. 

Analis pasar keuangan menilai, pergerakan rupiah yang stabil di kisaran Rp16.700-an mencerminkan adanya keseimbangan antara tekanan eksternal dan fundamental domestik.

Meski demikian, risiko global masih perlu diwaspadai. Perkembangan ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta arah kebijakan moneter negara maju dapat sewaktu-waktu memicu perubahan sentimen pasar.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Sambut Positif Sosialisasi Nasional Implementasi dan Tantangan KUHP Baru

BACA JUGA:Balai Karantina Sumsel Lakukan Sertifikasi 95.400 Benih Kelapa Sawit Siap Ekspor ke Peru  

Di sisi lain, kebutuhan dolar untuk aktivitas impor dan pembayaran utang luar negeri tetap menjadi faktor yang memengaruhi permintaan valuta asing.

Apabila permintaan dolar meningkat tajam tanpa diimbangi pasokan yang memadai, rupiah berpotensi kembali tertekan.

Sebaliknya, aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik dapat menjadi penopang tambahan bagi rupiah.

Untuk beberapa hari ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan bergerak sideways atau dalam rentang terbatas.

Rupiah berpeluang bergerak di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS, dengan kecenderungan stabil selama tidak ada sentimen global yang bersifat mengejutkan.

Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat serta sinyal lanjutan dari The Fed mengenai kebijakan suku bunga.

 BACA JUGA:Polisi Masih Berjuang Cari Jenazah Christina, Keterangan Pelaku Tidak Konsisten

BACA JUGA:Gejolak Rupiah Dorong Minat Investasi Emas Digital

Apabila dolar AS kembali menguat secara global, rupiah berpotensi mengalami tekanan ringan.

Namun, dengan fundamental domestik yang relatif terjaga dan peran aktif Bank Indonesia, pelemahan diperkirakan masih dalam batas wajar.

Sebaliknya, jika sentimen global membaik dan aliran modal asing kembali masuk, rupiah memiliki peluang untuk menguat terbatas ke arah Rp16.700 per dolar AS. 

Dengan kondisi tersebut, pelaku usaha dan masyarakat diimbau tetap mencermati perkembangan pasar serta mempertimbangkan strategi lindung nilai (hedging) untuk meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar.

Stabilitas rupiah menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli, iklim investasi, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional di awal tahun 2026.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber