Kurs Dolar AS Bertahan di Level Tinggi, Rupiah Masih Tertekan

Kurs Dolar AS Bertahan di Level Tinggi, Rupiah Masih Tertekan

Kurs dolar AS bertahan di level tinggi--foto: chat gpt

PALTV.CO.ID- Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah masih bertahan di level tinggi pada perdagangan hari ini.

Dari beberapa sumber, pergerakan kurs dolar berada di kisaran Rp16.850–Rp16.870 per dolar AS, mencerminkan bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda belum sepenuhnya mereda.

Kondisi ini menunjukkan rupiah masih menghadapi tantangan besar di tengah kuatnya sentimen global yang menopang dolar AS. Stabilnya dolar di level tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar masih bersikap hati-hati.

Meski tidak terjadi lonjakan tajam, posisi rupiah yang tertahan di atas level psikologis Rp16.800 menandakan tekanan eksternal masih cukup dominan.

Investor global cenderung mempertahankan aset berdenominasi dolar AS sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter global.

 BACA JUGA:Konsumsi Energi BYD Atto 2: Lebih Irit dan Efisien untuk Perjalanan Sehari-hari

Salah satu faktor utama yang menjaga kekuatan dolar adalah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve.

Data ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid membuat peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat menjadi terbatas.

Kondisi ini mendorong imbal hasil aset dolar tetap menarik, sehingga aliran modal global belum sepenuhnya kembali ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dari sisi domestik, tekanan terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh kebutuhan dolar untuk pembayaran impor dan kewajiban utang luar negeri.

Permintaan valas dari sektor korporasi cenderung stabil, sementara pasokan dolar dari arus modal asing belum cukup kuat untuk mendorong penguatan rupiah secara signifikan.

Situasi ini membuat pergerakan rupiah cenderung terbatas meski volatilitas relatif terjaga.

Bank Indonesia (BI) terus memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Melalui kebijakan stabilisasi di pasar valas dan pengelolaan likuiditas rupiah, BI berupaya menahan pelemahan yang lebih dalam.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber