Kurs Dolar AS Bertahan di Level Tinggi, Rupiah Masih Tertekan

Kurs Dolar AS Bertahan di Level Tinggi, Rupiah Masih Tertekan

Kurs dolar AS bertahan di level tinggi--foto: chat gpt


rupiah masih tertekan--freepik

Namun, ruang penguatan rupiah masih bergantung pada perkembangan sentimen global, terutama arah kebijakan moneter AS dan kondisi pasar keuangan internasional.

Pelaku pasar menilai, selama dolar AS masih didukung oleh ekspektasi suku bunga tinggi dan ketidakpastian global, rupiah akan sulit bergerak agresif ke zona penguatan.

Meski demikian, stabilitas rupiah di kisaran saat ini juga menunjukkan fundamental domestik yang relatif terjaga.

Inflasi yang terkendali serta pertumbuhan ekonomi yang stabil menjadi penopang utama agar rupiah tidak tertekan lebih dalam.

Prospek Pergerakan Rupiah dalam Beberapa Hari ke Depan

Dalam beberapa hari ke depan, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan fluktuatif.


kurs dolar AS hari ini--freepik

Dolar AS diproyeksikan bergerak di rentang Rp16.820 hingga Rp16.920 per dolar AS, seiring pasar menanti kejelasan arah kebijakan moneter global dan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat.

Tekanan terhadap rupiah masih berpotensi muncul apabila data ekonomi AS kembali menunjukkan penguatan, terutama pada sektor tenaga kerja dan inflasi.

Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga mendorong dolar AS kembali menguat di pasar global.

Jika sentimen ini mendominasi, rupiah berpeluang menguji level atas di kisaran Rp16.900-an.

Namun, jika sentimen global kembali memburuk atau dolar AS semakin menguat, rupiah berpotensi kembali tertekan mendekati level resistance berikutnya.

Oleh karena itu, pelaku pasar dan dunia usaha diimbau tetap mencermati dinamika global serta menjaga strategi lindung nilai untuk meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar.

Secara keseluruhan, bertahannya kurs dolar AS di level tinggi menegaskan bahwa tekanan terhadap rupiah masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber