Penderita DBD Meningkat Diawal Tahun 2026
penderita demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Ogan Ilir mengalami peningkatan pada awal tahun 2026.--Foto : Ilustrasi chagptimage - Muhadi
INDRALAYA, PALTV.CO.ID — Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Ogan Ilir meningkat pada awal tahun 2026.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, jumlah kasus DBD pada Januari 2025 tercatat sebanyak 39 kasus. Sementara pada Januari hingga Februari 2026, jumlahnya meningkat menjadi 52 kasus.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, Muhammad Hadi, membenarkan adanya peningkatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa kasus tertinggi berada di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Batu sebanyak 10 kasus, disusul Puskesmas Tanjung Raja 6 kasus, serta Puskesmas Pemulutan 6 kasus.
“Memang ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Karena itu kami langsung melakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganan,” ujar Muhammad Hadi.
BACA JUGA:Rebana Ramadan, Irama Syiar di Masjid Al Rai'yah
BACA JUGA:Komplotan Curanmor Lintas Daerah Digulung, Satu Pelaku Diciduk di Banyuasin
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, Muhammad Hadi, membenarkan adanya peningkatan tersebut. --Foto : Ahmad Romawi - PALTV
Sejumlah upaya telah dilakukan Dinas Kesehatan, antara lain melakukan fogging di lokasi yang ditemukan kasus, memerintahkan puskesmas untuk melakukan pemantauan jentik secara berkala, membagikan bubuk abate, serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui fasilitas kesehatan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menerapkan gerakan 3M Plus sebagai langkah pencegahan, yakni menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi atau wadah air secara rutin, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk.
Muhammad Hadi menambahkan, langkah “Plus” juga penting dilakukan, seperti menggunakan kelambu saat tidur, mengoleskan losion anti nyamuk, serta menjaga daya tahan tubuh.
“Masyarakat harus waspada jika mengalami gejala demam tinggi mendadak. Perbanyak minum air putih, konsumsi obat penurun panas, dan segera periksa ke puskesmas atau RSUD Ogan Ilir jika demam tidak membaik dalam beberapa hari,” tegasnya.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir, jumlah kasus DBD pada Januari 2025 tercatat sebanyak 39 kasus. Sementara pada Januari hingga Februari 2026, jumlahnya meningkat menjadi 52 kasus.--Foto : Romawi - PALTV
BACA JUGA:KAI Divre III Palembang Catat Lonjakan Penjualan Tiket, Sudah Mencapai 83.346 Tiket
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: paltv.co.id

