BACA JUGA:Sistem Kelistrikan Nasional Andal, PLN Berhasil Jaga Layanan Momen Pergantian Tahun
BACA JUGA:Bitcoin Hadapi Titik Balik Usai Gejolak 2025, Arah 2026 Jadi Sorotan
Perbedaan dua harga tersebut penting untuk dipahami, khususnya bagi investor pemula.
Pasalnya, apabila seseorang membeli emas pada harga Rp 2.504.000 per gram hari ini, lalu karena kebutuhan mendesak harus menjualnya kembali pada hari yang sama, maka emas tersebut hanya akan dihargai Rp 2.363.000 per gram.
Artinya, dalam waktu singkat investor sudah menanggung potensi kerugian akibat selisih harga jual dan beli kembali.
Kondisi ini menunjukkan bahwa investasi emas batangan tidak ideal untuk tujuan jangka pendek.
Kenaikan harga ini menandai awal tahun yang cukup positif bagi pergerakan emas domestik,--Chat GPT image
Spread harga yang cukup lebar membuat emas lebih cocok dijadikan sebagai instrumen penyimpanan nilai dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Sistem Kelistrikan Nasional Andal, PLN Berhasil Jaga Layanan Momen Pergantian Tahun
BACA JUGA:Menjelajah Kota Berdua dengan Cara Berbeda: Romantisme Sederhana Lewat Rental Motor
Investor diharapkan mampu menahan emas dalam periode waktu tertentu hingga kenaikan harga mampu menutup selisih harga jual dan buyback sekaligus memberikan keuntungan.
Jika melihat pergerakan harga emas dalam beberapa periode terakhir, keuntungan investasi emas sangat bergantung pada waktu pembelian.
Investor yang membeli emas pada akhir Desember 2025, tepatnya pada 26 Desember 2025 di harga Rp 2.589.000 per gram, hingga hari ini masih berada pada posisi rugi sekitar 8,73 persen.
Hal serupa juga dialami oleh mereka yang membeli emas pada 2 Desember 2025 di harga Rp 2.425.000 per gram, dengan potensi kerugian sekitar 2,56 persen.
BACA JUGA:GPS Generasi Baru: Ketika Lokasi Menjadi Data Paling Berharga
BACA JUGA:Bitcoin Hadapi Titik Balik Usai Gejolak 2025, Arah 2026 Jadi Sorotan